Menyebalkan. Itu lah kata yang mendeskripsikan Malven menurut Kinar. Cowok itu selalu saja bertindak sesukanya, mana ada cowok menyatakan cinta dan beberapa menit kemudian malah menyakiti tangan ceweknya meski pun cowok itu melakukan hal itu untuk membuktikan bahwa seorang cewek perlu seorang cowok untuk melindunginya. Tidak terlalu sakit sih, masih sakit pas Kinar ditinggal Malven di tengah jembatan. "Kenapa lagi, Nar?" tanya Ghea saat Kinar datang dengan wajah cemberut. Saat ini, Ghea, Chaca, dan Mira sedang berada di salah tempat makan yang ada di pasar malam itu. "Yang bisa ngebuat muka Kinar cemberut itu cuman ada dua orang. Gaven sama Malven," celetuk Chaca membuat Kinar yang sedang minum tersedak. "Eh?" Chaca menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat menyadari salah bicara. "Sor

