“Kenapa nggak dirawat di rumah sakit di sini saja, sih? Uangku udah habis, Ma.” Rita tampak kesal. Dia duduk bertopang kaki di sofa ruang keluarga. “Bapakmu ingin dirawat di Singapore. Penyakitnya bukan ecek-ecek, Rita. Dia itu kena kanker paru-paru. Sebagai seorang anak, harusnya kamu berjuang demi bapakmu. Dari kecil kamu kami rawat, baru berkorban sedikit aja udah marah-marah!” teriak sang ibu. Rita mencebik. “Berapa banyak uang yang sudah aku gelontorkan pada kalian selama ini? Lagian, salah Papa sendiri ngerokok kayak kereta api. Gak berenti-berenti. Mabok tiap hari. Pantes aja kalo penyakit bersarang,” timpal Rita penuh emosi. “Udahlah, mending rawat di sini aja. Kalau perlu pake BPJS. Nggak usah pusing bayar,” lanjut Rita. “Heh, kamu! Mau ditaroh di mana muka Mama kalau ba

