“Kenapa kamu nggak jawab permintaan maaf dari Oma?” tanya Za menghampiri suaminya yang sibuk di depan laptop. “Untuk apa? Selama ini dia tidak menginginkan keberadaanku,” jawab Albany cuek. “Itu karena dulu dia tidak tahu tentang Tante Rita, Mas. coba kalau tahu, mana mungkin dia merestui putranya menikah dengan wanita seperti itu.” Za memeluk suaminya dari belakang. Menaruh dagu di ceruk bahu Albany, lalu mencium pipi sang suami penuh sayang. “Biar aja. Biar dia dapat pelajaran, jangan mudah menghina orang hanya karena dia miskin. Membuang ibuku yang tengah mengandung cucunya dan memaksa ayahku menikah dengan wanita lain. Orang macam apa itu?” ujar Albany ketus. Za mengembus napas kasar. Albany memang benar, Yohana memang sudah keterlaluan. “Kamu juga belum memberi selamat pada o

