Sesampainya di rumah, Za berulang kali berusaha menelpon Ayu. Namun, gadis itu sama sekalli tak mau mengangkatnya. Za mengirimkan pesan berisi permintaan maaf. Namun, lagi-lagi harus menelan kekecewaan, karena Ayu sama sekali tidak mau membaca pesan darinya. “Bagaimana ini, Mas? aku merasa sangat bersalah sama Ayu. Aku takut dia ikut-ikutan kayak kamu, resign dari perusahaan.” Za duduk di pinggir kasur dengan wajah cemberut. “Ya sudah tidak apa-apa. Cepat atau lambat, dia akan tahu tentang semua ini. Sekarang atau nanti, dia tetap akan kecewa. Justru semakin lama, dia akan semakin kecewa.” Albany memeluk sang istri dari samping dan mengecup pelipisnya penuh perasaan. Za membenarkan apa yang Albany ucapkan. Sekarang atau nanti, Ayu pasti akan tahu. Tetapi, Za berharap, saat gadis it

