Byurrr. “Akasa?!” Love pun membuang handuk yang dibawanya, berlari ke Akasa yang tumbang dan tak kunjung naik ke permukaan dan ikut menceburkan diri untuk mengangkat tubuh itu. Akasa tidak melakukan pemanasan lebih dulu tadi, dia sangat yakin akan hal itu. Hanya satu yang terpikirkan saat ini ‘kram’ itu saja. Setelah dengan susah payah menaikkan Akasa ke pinggir kolam dan melihatnya dalam keadaan pingsan, Love pun segera menekan dadanya, tak mau sampai ada hal buruk yang terjadi meski semarah apa pun dirinya saat ini. “Bangun! Bangun, Akasa!” terus menekan d**a itu. Saat tak juga kunjung sadarkan diri, Love pun menarik napas, menyimpannya di mulutnya dan segera menarik hidung Akasa agar sosok yang pingsan itu lebih mudah dibantu membuka mulutnya, Love akan memberi Akasa napas buatan agar

