Angin segar

2334 Words

“Selamat datang di rumah kami, Bu Dokter.” Kusuma mendekati sosok yang datang bersama dengan suaminya. Dokter cantik yang lama tidak ditemuinya. Memeluknya dan mengajaknya masuk langsung ke ruang makan, “Jalu akan makan siang setelah pulang dari kantor, jadi Bu Dokter juga harus ikut makan meski mungkin masih kenyang.” Kusuma terus berceloteh sambil menyeret lengan bu Dokter. Sosok yang lebih dari sekedar dokter saja, Kusuma bahkan menganggapnya lebih dari sekedar teman saat berada di rumah penyembuhan beberapa bulan lalu. Dokter cantik itu pun hanya bisa menjawab seadanya dan juga mengiyakan apa pun yang dianggapnya masih wajar untuk dijawab. Melihat keakraban antara dokter cantik dan sang istri, membuat Jalu merasa keputusannya membawa dokter itu untuk menginap di rumahnya sepertinya m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD