Jalu baru saja selesai menelepon dengan Kusuma, menolak tawaran istrinya yang menyuruhnya pulang dan makan siang di rumah. Jalu merasa akan lebih menyenangkan beristirahat di kantor saja. Ponsel di lacinya bergetar lagi, Jalu lama kelamaan seakan hilang kesabaran. Memilih untuk menjawab dan akan memarahi Lintang karena terus saja mengganggunya. Tapi kali ini berbeda, bukan nama Lintang yang tertera di layar ponsel itu, tapi nama lainnya yang bahkan Jalu merasa tidak pernah mengenalnya. Meski panggilan telepon itu masih saja berdering, Jalu memilih untuk masuk ke room chat dan mengiriminya pesan dari pada harus memilih untuk menerima panggilan telepon itu, “Maaf, chat saja.” Pesan pun segera terbaca dan dibalas juga dengan cepat oleh seseorang di seberang sana, [Maaf, saya admin grup sya

