Bibir

1003 Words

Gusti tersenyum melihat Lintang baru saja ke luar dengan pakaian santai. Dia memang baru saja mengabarkan akan mengajaknya ke luar tadi, meski hanya lewat pesan singkat, ternyata Lintang sudah siap. Saat seperti ini seolah Lintang sudah menerimanya saja. “Jangan terlalu perpesona, putriku butuh hal yang jelas dari hanya sekedar senyum dan omongan gombal saja.” Gusti menoleh mendengar ejekan itu, melemparkan senyumnya ke ayah Lintang, “kami berangkat dulu, Om.” “Jangan pulang terlalu malam, anakku butuh kejelasan, bukan hanya omong kosong.” Gusti terkekeh, ayah Lintang tak pernah patah arang, “iya, Om.” Gusti ke luar setelah berpamitan dengan ayah Lintang bersama dengan Lintang juga, “ayahmu orangnya keras.” Gusti sibuk dengan jalan di depannya, tak ingin sampai terjadi hal yang tidak d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD