Jalu menggeliat, tidurnya sangat nyaman semalam meski hanya dengan memeluk Kusuma saja tanpa mengajaknya bermain. Matanya terbuka perlahan, tak ada Kusuma di sebelahnya. Jalu tidak berusaha mencari, dia hanya mengambil handuk dan mandi. Kusuma yang sibuk membantu bibi di dapur untuk menyiapkan sarapan, tersenyum karena tinggal sebentar lagi dan semuanya akan siap. “Aku ke atas dulu, Bi. Mungkin Jalu sudah bangun.” ucapnya sambil melepas celemek yang dikenakannya tadi. Kusuma membawa jahe hangat, minuman itu akan lebih cocok dibandingkan dengan kopi di pagi hari begini. Kamar yang kosong dengan gemercik air dari kamar mandi, membuat Kusuma tersenyum sambil meletakkan cangkir berisi jahe hangat buatannya sendiri. Segera mencarikan kemeja, jas, serta setelan lainnya untuk Jalu, dan kembali

