'Ding.' Lintang terdiam sejenak. Ponsel yang berbunyi menyadarkannya ada satu pesan masuk saat ini. Merogoh ponsel itu lagi karena ingin membaca apa isi pesan itu, dan dari siapa? [Pinter ya makan pedes.] 'Deg.' Makanan yang masih di mulut dan belum terkunyah dengan sempurna itu seolah berhenti dan menjadi tidak enak. Tenggorokannya seolah menolak padahal hanya dengan begitu saja. Segera meraih teh tawar miliknya dan meneguknya untuk mendorong makanan itu agar sampai ke lambung. Tangannya yang mulai gemetar segera merangkai sebuah kata hingga menjadi kalimat yang bisa menyelamatkannya dari kemarahan, “ini tidak pedas, Om. Hanya tomat dan satu cabai saja.” segera mengirim pesan tersebut dan menantikan balasannya dengan cemas. Lintang senang dengan perhatian Akasa, tapi dia jadi bergidik n

