Membuat malu

1963 Words

Bruk. “Kusuma?!” Jalu yang menggenggam tangan Kusuma, terkejut saat tubuh itu limbung. Bahkan selum sempat ditangkap oleh Jalu, terlanjut jatuh ke lantai dingin di rumahnya. Tak jadi ke luar, memilih untuk membopongnya ke kamar. “Tuan? Saya ambilkan kotak obat, Tuan Jalu.” “Ya.” Jalu hanya menjawab singkap ucapan bibi dan tak peduli dengan kepanikan penjaga rumah, lebih mementingkan Kusuma. “Sayang? Sayang?” Jalu sangat kawatir, sudah lama Kusuma tidak pingsan, bahkan hampir enam bulan. Keadaan itu cukup baik untuk mental Kusuma, Jalu pun segera mengambil ponselnya yang memang selalu dibawa di saku, memanggil dokter keluarga yang biasa menangani dirinya dan juga Kusuma. “Tuan, ini, Tuan Jalu.” “Terima kasih, silakan ke luar, kalau dokter sudah datang, segera antar ke mari.” pinta Jalu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD