Balon

2122 Words

Akasa dan Love sudah di kantor saat ini. Akasa yang sengaja mengajak Love untuk berangkat bersama, membuat Love hanya diam sambil memainkan bolpoin di meja kerjanya saat ini. Akasa terlalu aneh menurutnya. Bahkan saat keegoisan itu menyelimuti Akasa lagi, Love pun tak tahu siapa yang bersemayam di raga itu saat ini. 'Drrrrtttt.' Love segera mengangkat ponselnya yang berdering. Deretan huruf yang membentuk sebuah nama itu membuatnya menoleh ke Akasa, tersenyum karena nyatanya Akasa meliriknya juga saat ini, “ya?” ucapnya untuk menjawab telepon itu, “saya akan ke sana sekarang, terima kasih.” Love menutup telepon itu, berkemas seperlunya, dan mendekat ke Akasa. “Siapa?” Akasa mengerutkan keningnya, melihat Love yang tiba-tiba berkemas membuatnya curiga. “Akasa, kamu kan tahu, aku ... kura

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD