BAB 25

1227 Words

Setelah menutup pintu kantor, ia berjalan ke ruang tamu. “Betul-betul sewenang-wenang,” gumamnya sambil menopang kepala dengan tangan. Padahal sejak awal dia memang tidak berniat pergi belanja dengan pria lain. Drrt drrt— Ponselnya tiba-tiba berdering. … Felly menerima telepon dari asistennya dan segera kembali ke firma hukum Hadara. “Pengacara Felly, karena Anda tidak masuk kantor hari ini, klien Anda direbut oleh Pengacara Farisa!” lapor sang asisten. “Kalau dia bisa tangani, biar saja dia ambil,” jawab Felly santai. Dia memang tidak kekurangan klien. “Katamu tadi ada urusan penting?” “Oh, iya, satu lagi. Ada dua pria tampak garang menunggu di ruang tamu. Menurut saya mereka tidak kelihatan seperti orang baik-baik. Perlu saya panggil satpam?” “Tidak usah, biar saya lihat dulu,”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD