BAB 24

1313 Words

Bibi Felix melirik sekilas ke arah Nenek dan kakak iparnya. Wajahnya tampak canggung dan malu. Saat ia berdiri dari lantai, rok setengah badannya masih meneteskan air, tik-tik-tik, membuat suasana semakin memalukan. Begitu ia berdiri, baunya langsung menyengat. Ibu Felix berdeham pelan, lalu secara halus menutupi hidungnya dan berkata, “Kakak ipar, lebih baik kau naik ke atas, mandi, dan ganti pakaian, ya.” “Aku ogah pakai bajunya perempuan itu. Rasanya gak enak dipakai.” Yang dimaksudnya jelas adalah pakaian milik Felly. Lagi pula, dengan tubuhnya yang gemuk seperti ini, mana mungkin muat mengenakan pakaian Felly? Masa iya dia harus pakai baju milik para pembantu? “Ya terserah, asal jangan dekat-dekat kami,” kata sang Nenek sambil mengibas-ngibaskan tangan, wajahnya tampak mual dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD