Setelah nikah Bang Iger banyak berubah.
Tidak lagi sering keluar rumah.
Pulang kuliah langsung pulang rumah.
Tidak terdengar lagi gosip Bang Iger jalan sama cewek.
Sepertinya sudah tobat.
Kali ini dia benar benar tobat.
Soalnya dia sempat minta pendapat sama gue.
Kami berbincang sebagai saudara.
BT : Ket, gue mau bicara sebentar.
Gue : Boleh. Di gazebo taman belakang ya.
BT : Ayo.
Sampai di gazebo.
Gue : Ada apa Bang?
BT : Ini lho gue mau nanya.
Gue : Nanya apaan?
BT : Lu tau gallery seni dan studio foto Babe kan?
Gue : Ya tau lah Bang.
BT : Kalau gue minta tuh gallery seni dan studio foto. Lu dan yang lainnya keberatan tidak? Gue janji ga minta harta Babe yang lain. Hanya gallery seni dan studio foto saja. Lagian gue ga paham ngurus perusahaan.
Gue : Gue sih no problem.
Yang lain sih gue ga tau.
Gue : Bagusnya sih kita minta Babe rapat keluarga deh Bang.
BT : Boleh juga ide lu.
Malamnya rapat dimulai.
Bokap, Nyokap, Trio dan Duo hadir.
Ditambah Kak Linda sebagai anggota terbaru.
Kami semua merundingkan keinginan Bang Tiger.
Hasil akhirnya disepakati bahwa Gallery seni dan studio foto menjadi hal milik Bang Iger dan Kak Linda.
Selain itu mereka akan mendapatkan 15% saham perusahaan Babe.
Tapi dengan perjanjian mereka tidak berhak lagi menuntut harta lainnya.
Apalagi meminta bagian harta warisan bila Babe meninggal nantinya.
Artinya jatah warisan Bang Iger sudah diambil duluan.
Besoknya Babe panggil notaris.
Dibuatlah surat perjanjian sesuai hasil rapat keluarga semalam.
Semua peserta rapat diminta tanda tangan.
Saahhhhhh.......
(macam orang nikah aja)
Sah surat perjanjian pun berlaku.
Setelah drama Kak Linda dan rapat keluarga.
Kehidupan pun berjalan tenang.
Dari pengakuan Kak Linda.
Kami akhirnya tau bahwa Kak Linda memang menghindari kami di rumah sakit.
Dia takut dikenali Babe sebagai mantan bini Om Dewa.
Jebakan Batmen nya cukup rapi.
Semua k*nd*m yang dipake Bang Iger sebelum enak enak sama dia, sudah dilubangi dengan jarum di ujungnya.
Wajar dong kalau hamil.
Semua itu demi mewujudkan permintaan terakhir Lisda.
Agar Kak Linda dan Bang Iger bersatu.
Jadi Kak Linda memang harus hamil dulu sama Bang Iger.
Sementara Bang Iger maen aman.
Akhirnya jalan terakhir jarum beraksi.
Kenapa mesti bunting lebih dulu?
Itu agar Babe dan Enyak tidak lagi bisa menolak.
Kalau belum bunting kan Babe dan Enyak masih bisa nolak.
Wow hebat bener strateginya Lisda dan Kak Linda.
Walau awalnya hanya untuk mewujudkan permintaan terakhir Lisda.
Sepertinya Kak Linda sekarang bener bener cinta Bang Iger.
Satu lagi yang lupa kita bahas.
Masih ingat Melati?
Itu lho cewek yang datang bersama Om Dewa waktu drama Kak Linda.
Itu cewek ternyata juga mantan Bang Iger.
Satu dari 3 gadis perawan yang dirusak Bang Iger.
Bang... Bang.
Emang kelakuan lu.
Dan ternyata itu cewe jadi bini baru Om Dewa.
Walah dunia kacau balau.
Bang Iger menikahi mantan Om Dewa.
Om Dewa menikahi mantan Bang Iger.
Tukaran mantan tuh ceritanya.
Hahahaha....
Nah kita lanjut lagi cerita kite.
Hari minggu pagi beberapa hari setelah drama rapat keluarga.
Gue nemani cem ceman gue.
Hari ini kami akan pergi ke cafe and bakery cake.
Itu lho cafe kekinian yang menyediakan cake, roti dan minuman.
Jadi selain sebagai cafe juga berfungsi sebagai toko kue dan roti.
Kami akan mengambil pesanan kue ulang tahun cem ceman gue.
Sekaligus merayakan ulang tahun cem ceman gue si Ria di cafe.
Jadi gue dan Ria masuk bergandengan ke dalam cafe.
Ini cafe baru.
Pertama kalinya masuk ke dalam cafe.
Waktu pertama datang, gue ga ikut masuk karena hanya memesan kue saja.
Masuk ke dalam gue sedikit kaget karena Kak Ica berada di meja kasir.
Kak Ica adalah mantan kakak ipar.
Mantan bini Bang Ion.
Nama lengkapnya Natasya Wulandari.
Gue pun menyapanya.
Gue : Pagi Kak Ica.
Kak Ica sedikit kaget tapi langsung membalas.
Kak Ica : Pagi juga, Ket. Lama tidak jumpa. Apa kabar lu?
Gue : Baik kak. Kerja di sini sekarang?
Kak Ica : Iya. Alhamdullilah baru buka sebulan.
Kak Ica : Nita, tolong gantiin gue dulu. Tolong suruh Arisa bawa minuman yang sedang kita coba buat itu. Juga kue terbaru yang belum kita jual itu. Gue ada tamu.
Nita : Siap boss.
(Ini Nita teman Ria ya. Kerja part time di cafe ini)
Barulah gue ngeh kalau Kak Ica pemilik nih cafe.
Syukurlah artinya nasibnya bagus setelah cerai dari Bang Ion.
Setelah meninggalkan meja kasir.
Dia berjalan ke arah Gue dan Ria.
Kak Ica : Silahkan duduk.
Dia mempersilahkan kami duduk di meja pelanggan.
Kami pun duduk bersama.
Tak lama datanglah kue dan minuman yang dikatakan Kak Ica tadi.
Kak Ica : Silahkan dicoba. Ini menu baru kami. Gratis. Belum dijual lho.
Gue dan Ria : Makasih kak.
Kak Ica : Gadis cantik ini siapa?
Cewekmu ya?
Gue : Iya kak. Kenalkan namanya Riana Nur Putri.
Gue memperkenalkan Ria kepada Kak Ica.
Selanjutnya gue memperkenalkan Kak Ica ke Ria.
Gue : Ini Kak Ica. Lengkapnya Natasya Wulandari. Mantan kakak ipar gue.
Ria kaget.
Ria : Mantan bini abang lu?
Gue : Iya. Kapan kapan gue kenalin lu ke keluarga gue.
Kak Ica : Belum lu kenalin ke Nyak dan Babe?
Gue : Belum Kak.
Kak Ica : Waduh kalau secakep dan sebaik ini. Babe dan Nyak bakal senang tuh.
Gue : Iya.
Kak Ica : Cepetan kenalin tuh ke Nyak dan Babe.
Ria : Gue juga pengen cepet ketemu calon mertua kak. Tapi itu Bang Cat selalu nunda.
(Bang cat Bang cat lu kira gue Bangs*t)
(Untung cem ceman gue yang manggil gitu, ga pa pa deh)
(Gue ikhlas lahir batin)
Kak Ica : Lu manggil dia Bang Cat?
Dia kalau di rumah dipanggil Iket.
(Waduh buka ceki nih Kak Ica)
Ria : Oh gitu ya Kak.
Kak Ica : Iya. Keluarganya baek baek kok. Apalagi Nyak dan Babe.
Serasa bukan mantu tapi anak Nyak Babe waktu gue di sana.
Sayangnya ya jodoh gue hanya sebentar doang di sono.
Kak Ica : Ini cafe juga berkat modal 500 juta dari Babe sebelum gue keluar dari sana.
Gue : Tapi ini cafe rame lho Kak. Ga mungkin hanya 500 juta saja.
Ruko ini sewa?
Kak Ica : Ruko ini sudah gue beli.
Dulu sih cafe nya di tempat lain. Modal awal dan modal sewa ruko lama dari 500 juta itu. Ini hasil keuntungan dari tempat lama. Kalau ga dikasih modal dulu ga tau gimana nasib gue.
Wew mantap juga mantan kakak ipar gue ini.
Modal 500 juta berkembang jadi rame seperti ini.
Gue : Romi di mana kak?
Romi adalah anak Kak Ica.
Anak tiri Bang Ion.
Dulu memang sempat tinggal selama sebulan di rumah kami.
Sebelum akhirnya Bang Ion dan Kak Ica cerei.
Kak Ica : Ada di rumah sama kakek dan neneknya. Kangen ya?
Gue : Iya Kak. Udah lama ga liat. Setahun lebih sepertinya.
Kak Ica : Sudah bisa lari lari dia sekarang. Kapan kapan Kakak bawa jumpa Babe dan Nyak.
Gue : Ok ditunggu Kak.
Ria : Tempat ini bener bener bagus Kak.
Kak Ica : Makasih semoga nyaman dan sering ke sini ya.
Ria : Iya kak. Menu barunya enak banget. Kapan mulai dijual?
Kak Ica : Mungkin minggu depan. Nunggu penyesuaian akhir dan perhitungan harga modal dulu.
Kak Ica : Gue tinggal dulu ya. Selamat menikmati hidangannya.
Gue dan Ria : Iya kak. Makasih menu barunya.
Maklum cafe lagi rame.
Kak Ica mesti turun tangan membantu karyawannya.
Sepeninggal Kak Ica.
Ria bertanya tanya tentang penyusunan skripsi nya.
Cara dan langkah yang harus diambil agar skripsi nya di approve dosen pembimbing.
Cukup lama kami berbincang sampai cafe akhirnya sepi.
Kak Ica datang kembali ke arah kami.
Kak Ica : Seru nih ngobrolnya??!!
Ria : Lagi bahas skripsi Kak.
Kak Ica : Oh. Mau tambah minumannya? Gratis untuk kalian.
Ria : Udah kenyang kak.
Ria mencoba menolak tidak enak jadi mental gratisan.
Gue : 1 gelas saja Kak. Biar kami kongsi aja berdua.
Ria : Iya Kak. Takut kekenyangan nih.
Kak Ica : Ok.
Kak Ica memanggil salah satu karyawannya.
Terus berpesan sesuatu.
Sang karyawan mengangguk dan berlalu.
5 menit kemudian dia kembali dengan nampan berisi 1 gelas minuman.
Setelah menghidangkan dia membungkuk sopan kemudian berlalu.
Hebat juga mantan kakak ipar mendidik karyawannya.
Pantes cafe nya rame.
Kak Ica : Gimana kabar Babe dan Nyak? Ket.
Gue : Baik Kak.
Kak Ica : Yang lainnya? Terutama Bang Ion?
Gue : Sama Kak. Sehat semua.
Gue : Bang Ion seperti biasa.
Gue : Bang Iger sudah nikah Kak.
Kak Ica : Betulan? Kapan?
Wajar juga Kak Ica kurang percaya.
Kan dia tau perilaku Bang Iger.
Gue : Seminggu yang lalu.
Kak Ica : Kok bisa?
Gue : Drama k*nd*m bocor Kak.
Kak Ica pun tertawa lepas.
Gue hanya nyengir aja.
Sedangkan Ria malah tersenyum tipis.
Memang bahasannya sedikit lucu.
Tapi Ria ga kenal Bang Iger.
Makanya tidak tertawa.
Coba kalau kenal pasti tertawa juga.
Kak Ica : Terjatuh juga dia.
Kak Ica kembali tertawa.
Kak Ica : Babe setuju?
Gue : Setuju lah.
Kak Ica : Ah pasti setujulah. Kali ini kan benar cucunya.
Gue menangkap sedikit rasa sedih dan juga rasa bersalah.
Kak Ica : Maaf kalau dulu gue mencoba mengelabui kalian. Apalagi Bang Iger yang gue jebak.
Kasihan Bang Ion yang jadi korban dari perbuatan gue dulu. Kalau dia tidak mau membantu gue dulu. Entah gimana gue sekarang.
Gue : Ga pa pa Kak. Kami juga senang Kakak pernah jadi bagian dari kami. Sampai sekarang kami masih menganggap Kakak keluarga sendiri. Kunjungilah Nyak dan Babe kalau senggang.
Kak Ica : Iya. Kalian memang baek.
Kak Ica dulu memang pernah ngaku kalau menjebak Bang Iger karena terpaksa.
Dia ditinggal kabur sama pacarnya saat sedang hamil 5 minggu.
Kebetulan ketemu sang playboy kelas paus.
Jadinya ngajak Bang Iger tidur bareng.
Agar tanggung jawab kehamilan jatuh ke Bang Iger.
Dia takut hamil tanpa suami.
Tapi yang jadi suaminya malah Bang Ion.
Boong kalau Kak Ica tidak ada rasa ke Bang Ion selama hampir 7 bulan berumah tangga.
Kak Ica pernah ngaku kok suka Bang Ion setelah beberapa bulan bersama Bang Ion.
Kak Ica malah pernah ngeluh Bang Ion sulit didekati.
Lah iyalah Bang Ion takut cewek.
Itu juga yang membuat Kak Ica memilih memperlancar percereian.
Wanita mana yang sanggup bertahan tidak dibelai seumur hidup sama suami?
Setelah puas nongkrong.
Kami berpamitan pulang sama Kak Ica.
Kak Ica titip salam buat keluarga.
Pasti gue sampaikan nanti.
Di atas mobil Ria yang penasaran pun bertanya.
Ria : Kak Ica sebaik itu kok bisa cerei sama Abang lu? Bang Ion ya kalau ga salah nama?
Gue : Bang Ion emang mau jadi suami Kak Ica. Tapi cuma mau bantu aja. Tidak ada cinta dari Bang Ion. Apalagi Bang Ion sebenarnya takut cewek.
Ria hanya manggut manggut.
Rasa penasarannya sedkit terobati.
Walau masih banyak pertanyaan sebenarnya.
Tapi semuanya akan Ria ketahui nantinya setelah kenal semua anggota keluarga gue.
Kita akan lanjut cerita lain di bab lain.
Bab ini kita sudahin dulu ya.