Hampir seminggu jadi supir antar jemput Ririn ke kampus.
Ini supir tanpa gaji lho.
Kerja ok gaji kagak.
Terpaksa demi salah satu dari 2 anak kesayangan bokap gue.
Yang satunya lagi jelas si Nana.
Trio mah anak tiri.
Apalagi gue anak setiri tirinya.
Untung aja semua lancar tanpa drama.
Ga ketauan sama teman teman gue.
Doa anak sholeh didengar Tuhan.
Gue sih senang aja jadi supir antar
jemput.
Soalnya habis ngantar tuh anak.
Gue langsung ngapel ke kos Ria.
Nongkrong dulu sampe sore.
Dari sono baru jemput Ririn lagi.
Kegiatan perkuliah akhirnya kembali dimulai.
Tentu aja gue bersemangat soalnya ini bakal jadi semester terakhir gue.
Proposal skripsi sudah gue ajukan dan gue susun.
Dosen pembimbing sudah ada.
Tinggal penyusunan dan penelitian skripsi.
Rencananya kelar dalam empat lima bulan.
Artinya pas mendekati ujian akhir buat 2 mata kuliah yang tersisa selain skripsi.
Setelah itu hanya tinggal nunggu wisuda.
Semoga semua rencana berjalan lancar.
Hari ini gue berangkat sendiri menggunakan mobil sendiri.
Mobil tua kesayangan.
Ririn berangkat sendiri menggunakan mobil Rubycon nyokap.
Gue pesan agar tidak terlalu mencolok.
Kalau dia bawa Audi miliknya sendiri bakal terlalu mencolok.
Gue akan berusaha menghindar dari Ririn.
Agar tidak disapa oleh Ririn di kampus.
Kalau gue melihat Ririn dari jauh, biasanya gue bakal berbelok arah.
Harusnya tidak masalah kan.
Ririn juga sudah gede.
Harusnya sudah bisa mengurus dirinya sendiri.
Belum seminggu masuk kuliah.
Bang Iger mengajak kami sekeluarga.
Dia minta ditemani menemui seseorang di rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit.
Kami berjumpa seorang cewek berbadan kurus di dalam suatu ruangan.
Sepertinya badannya mulai habis diserang penyakit.
Hanya ada perawat yang menemani si cewek.
Kata Bang Iger keluarga cewek itu sudah pulang.
Cewek itu yang menyuruh keluarganya pulang.
Dia tidak ingin keluarga dia mendengar perbincangannya dengan keluarga Bang Iger.
Rupanya Bang Iger ingin kami berjumpa dengan cewek ini.
Dia memperkenalkan kami satu per satu.
Mulai dari bokap dan nyokap.
Kemudian Bang Ion dan gue.
Dilanjut Duo ceriwis cempreng.
Dari perkenalan itu kami tau bahwa.
Cewek kurus yang sedang terbaring lemah di kasur rumah sakit ini bernama Lisda.
Dia adalah mantan paling pertama Bang Iger.
Dan dia juga yang mengenalkan Bang Iger ng"w*k.
Dia merupakan cinta pertama Bang Iger.
Bang Iger sangat mencintai nih cewek ternyata.
Dan belum bisa melupakannya.
Kami pun berbincang dengan cewek ini.
Akhirnya kami ketahui bahwa mereka berjumpa kembali sebulan yang lalu.
Bang Iger ditemui oleh wanita yang merupakan kakak dari Lisda.
Kakak Linda namanya.
Kak Linda mengatakan ke Bang Iger bahwa Lisda ingin bertemu.
Kemudian membawa Bang Iger ke rumah sakit ini.
Akhirnya mereka bertemu sampai sekarang
Pantasan Bang Iger sudah tidak check in check in hotel lagi sebulan terakhir.
Dan kami pun akhirnya tau setiap hari dia mengunjungi Lisda di rumah sakit ini.
Ternyata Lisda juga ingin meminta maaf kepada keluarga kami.
Karena dia lah yang menjerumuskan Bang Iger ke dalam dunia ng*w*k.
Dia lah yang menyebabkan kami ketar ketir atas sikap playboy Bang Iger.
Permohonan maaf kami terima dengan lapang d**a.
Rupanya ini adalah permohonan maaf sebelum ajal tiba.
Lisda juga memberi tahu kami bahwa sebenarnya dia sangat cinta kepada Bang Iger.
Tapi terpaksa meninggalkan Bang Iger karena harus menjalani perawatan kanker tulang stadium 3.
Selama hampir 2 tahun setelah meninggalkan Bang Iger dia menjalani perawatan di rumah sakit.
Ternyata kondisinya memburuk belakangan ini.
Karena itulah dia minta kakaknya untuk memanggil Bang Iger sebulan yang lalu.
Dia ingin berjumpa dengan orang yang dicintainya sebelum ajal datang.
Dia menceritakan awal dari semuanya.
Bagaimana dia bisa masuk dunia s*x bebas.
Semua ternyata karena penyakit kanker tulangnya.
Dimulai dari divonis kanker tulang stadium 2 pada 3 tahun yang lalu.
Dia yang tidak ingin mati sebagai perawan pun menjalin hubungan dengan 2 pria sebelum dengan Bang Iger.
Bang Iger merupakan pacar ketiga dan yang paling berkesan.
Cinta sejatinya.
Semua pengakuannya kami dengarkan.
Terakhir dia meminta agar kami tidak keberatan Bang Iger dia jodohkan dengan kakaknya Linda.
Linda adalah seorang janda berusia 28 tahun.
Itu perkataan Lisda tentang sang kakak.
Bang Iger rupanya sudah menyetujui permintaan terakhir Lisda.
Bahkan sudah berkali kali tidur dengan Linda selama sebulan ini.
Buset gerak cepat juga nih Bang Iger.
Dasar! sudah kebiasaan.
Karena Bang Iger sudah setuju.
Bokap nyokap pun tidak masalah.
Bang Ion dan gue juga welcom gitu.
Apalagi Duo Ceriwis Cempreng ok ok aja.
Tanpa sadar inilah akar badai prahara 45 hari yang akan datang.
3 hari setelah berjumpa dengan kami.
Lisda meninggal dunia.
Kalah oleh penyakitnya.
Tapi menang dengan jiwa besarnya.
Segala permohonan maafnya.
Segala permohonan ampunnya.
Semoga dilapangkan jalannya menuju Surga.
Bang Iger bersedih beberapa hari.
Tapi kemudian kehidupan berjalan lagi seperti biasa.
Gue yang sibuk dengan skripsi.
Sudah 7 minggu dari awal mulai kuliah semester terakhir gue.
Sudah hampir rampung tinggal bab terakhir yang gue rasa seminggu dua minggu kelar dah.
45 hari setelah kami berjumpa Lisda.
Gue nemani bokap nyokap ke mall.
Biasanya sih Bang Ion yang nemani.
Kan dia anak kesayangan nyokap.
Bang Ion lagi sibuk dengan tugas kampus.
Jadilah gue yang temani.
Yang anehnya Bang Iger sudah 2 hari mengurung diri di rumah.
Ga tau kenapa.
Biasanya kan dia selalu ke rumah kak Linda.
Walau belum pernah jumpa.
Gue kenal nama lah.
Nah lagi jalan jalan di mall.
pas gue lagi berjalan sendiri.
Tiba tiba gue dipeluk seorang wanita dari belakang.
Gue pan kaget.
Mana gue kagak kenal.
Kok tiba tiba dipeluk aja.
"Yayang ger kemana aja. 2 hari ga ke rumah gue. Gue kangen *t*ng yayang" katanya.
Duarrr rupanya pacar Bang Iger.
Tapi yang mana.
Pacarnya kan segudang.
"Maaf, gue Roni adek Bang Tiger."
jawab gue sambil berusaha melepaskan pelukannya.
"Yayang ger jangan boong ah" balasnya semakin mengeratkan pelukan.
Mampus dah gue.
Udah jadi tontonan massa nih.
"Jangan kabur dari tanggung jawab Yang. Gue hamil nih." lanjutnya lagi.
Waduh udah bunting pula.
Kejadian lagi dah.
Mirip kasus mantan kakak ipar dulu.
Pantesan Bang Iger ngurung diri di rumah 2 hari ini.
Para penonton semakin rame.
Untung bokap nyokap tiba.
"Maaf, anda siapa? kok maen peluk anak gue? " tanya Babe gue.
"Saya Linda pacar Yayang Ger ini, Be" jawabnya.
Widih langsung maen panggil bokap gue Babe.
Pede amat.
Eh rupanya dia Linda kakak dari Lisda.
"Tolong lepaskan dulu pelukan anda dari anak gue. Dia Keket bukan Tiger." kata bokap gue lagi.
Eh buset manggil gue Keket di depan khalayak rame.
Mau ditaruh dimana muka gue.
Malu coii.
Linda yang sadar salah orang langsung melepas pelukan.
"Ayo ke rumah gue. Kita temui Tiger sekarang. Kan lu bilang lu hamil" kata Bokap gue.
Kami pun pulang diikuti oleh Linda.
Dalam perjalanan pulang.
Gue mengemudi di depan.
Bokap nyokap duduk di tengah.
Berasa jadi supir aja.
Biasa kalau Bang Ion yang nemani mereka.
Bang Ion duduk di kursi penumpang depan.
Ada Pak Karyo supir pribadi bokap yang bawa mobil.
Emang nasib jadi anak tiri.
"Rasanya pernah lihat wanita tadi. Gue lupa lupa ingat" kata Babe.
Sedangkan Linda membawa mobil sendiri mengikuti mobil kami.
Sesampainya di rumah.
Bang Iger langsung dipanggil oleh bokap.
Bakal disidang nih.
(Macam maling aja disidang segala)
Setelah semuanya duduk.
Bokap dan nyokap duduk bersama di sofa untuk berdua.
Bang Iger duduk diapit gue dan Bang Ion.
Macam penjaga menjaga tahanan.
Mampus lu Bang.
Hahahahaha.....
Si Duo duduk di sofa lain.
Linda duduk di sofa single.
Ruang tamu rumah ini banyak set sofa coiii.
Sidang dimulai.
Babe : Tiger!!!
BT : Iya, Be.
Babe : Ini Linda pacarmu?
BT : Iya, Be.
Babe : Dia bilang hamil anak lu. Benar itu?
BT : Iya, Be. Dia hamil tapi ga tau anak siapa?
Bang Tiger masih berusaha mengelak.
Linda : Ini benar anak Yayang Ger.
Sumpah yang.
Babe : Betulkah?
Tiba tiba di depan rumah terjadi keributan.
Ada mobil yang mengklakson kencang ingin masuk ke dalam pekarangan rumah.
Satpam yang mengenal mobil itu langsung membuka pagar.
Mobil masuk.
Seorang pria setengah baya turun dari mobil dengan wajah masam.
Setengah berlari dia masuk ke dalam rumah.
Itu kan Om Dewa batin gue.
Om Dewa rekan bisnis Babe.
Wajar satpam langsung buka pagar.
Begitu di dalam dia langsung berkata.
"Kalian apakan bini gue? "
Linda : Mantan bini, bang. Kita sudah cerei.
Tiba tiba seorang wanita menyusul Om Dewa masuk.
Wanita : Sabar bang. Jangan marah marah.
BT : Melati
Bang Tiger tanpa sadar memanggil wanita tersebut.
Ternyata wanita itu bernama Melati.
Sepertinya mantan Bang Iger lagi.
Wew ada drama baru lagi nih.
Nih Otor asem banget deh.
Bikin tambah njelimet pembaca.
Melati menoleh ke arah panggilan.
Melati : Bang Ti...ger....
Suara Melati tercekat.
Melati : Bang Tiger kok ada 3? Apakah gue pusing?
Eh ternyata dia melihat kami kembar 3 sebagai 1 orang Tiger.
Melati terhuyung.
Om Dewa segera membantunya ke kursi.
Babe : Tenang dulu, Wa. Kalau mau marah silahkan keluar dari rumah gue.
Babe : Gue tanya benar kamu udah cerei sama Linda?
OD : Iya udah.
Babe : Ngapain lu ke sini? Ini bukan urusan lu lagi.
OD : Gue cuma bermaksud membantu Linda.
Babe : Ok. Kalau begitu lu nonton aja. Jangan ikut campur kalau tidak diminta.
Babe : Cerei nya udah resmi pake surat?
Linda : Ada suratnya.
Babe : Sudah lama?
Linda : 8 tahun lalu.
Babe : Yakin di perut lu anak Tiger?
Linda : Yakin Be.
Babe : Tiger bilang kalau ng*w*k selalu pake k*nd*m. Jadi ga mungkin hamil.
Linda : Eng itu.. Eng itu..
BT : Nah tuh kan dia ga bisa jelasin tuh anak siapa.
Babe : Tiger!!! Diam. Biarkan dia bicara.
Linda : Gini Be. K*nd*mnya gue lubangi pake jarum di ujungnya. Ja...
Belum selesai Linda bicara.
Gubrakkkk
Bang Tiger jatuh pingsan.
Sidang ditunda.
30 menit kemudian Bang Tiger sadar.
Gue : Yang penting tidak lupa pake k*nd*m. Makan tuh k*nd*m.
Babe : Diam lu ket. Jangan memancing di air keruh.
BT : Gimana nih? Be.
Babe : Kita lanjut lagi sidangnya.
Babe : Lin, kamu kan mantan bini si Dewa. Berapa umur mu?
Linda : 41 tahun Be.
Brak Gubrakkkkk
Bang Tiger kembali pingsan.
30 menit kemudian Bang Tiger kembali sadar.
Babe : Ok kita lanjut lagi.
Babe : Anak lu ada berapa sama si Dewa?
Linda : 2 Be.
Babe : Berapa umur mereka?
Linda : Almarhum Lisda kemarin umur 22 tahun. Adeknya Robby umur 16 tahun.
Braakkkkk Gubrakkkkk
Bang Tiger kembali pingsan.
Mantap nih hattrick pingsannya.
Kejam lu tor.
Otor memang kejam.
Hahahahaha....
Begitulah akhirnya Bang Iger dinikahkan sama Linda.
Sekarang Linda jadi kakak ipar gue.
Nyahook lu Bang.
Dapat janda umur kepala 4.
Emak dari mantan tersayang loh.
Emang gue adek kurang ajar.
Biarin dah.
Terima tuh karma lu Bang.
Hahaha....
Kita lanjut cerita lain Bab yang akan datang.