Jangan Coba Lawan Ririn

1596 Words
Pagi pagi sekali. Para sepupu sepupu mulai pulang. Berangkat kuliah atau sekolah. Memang mereka bawa baju ganti. Atau seragam sekolah. Kak Ica dan keluarganya juga pamit pulang. Kak Ica mesti bekerja mengatur cafe nya lagi. Sedangkan gue dan Ria seperti biasa. Hari selasa tidak ada kuliah lagi. Kan jadwal kuliah kami semester ini hanya hari senin aja. Tapi Ria sudah bangun pagi. Dia ke dapur hendak memasak sarapan pagi. Nyak hendak melarang. Masa tamu masak di rumah kami. Tapi gue yakinkan Nyak untuk membiarkan Ria masak. Jadilah mie goreng, telur mata sapi, irisan timun dan kerupuk hasil olahan Ria dibantu para Asisten Rumah Tangga. Awalnya mereka segan. Takut dimarahi Nyak. Karena membiarkan Ria masak. Di antara mantu dan mantan mantu Babe dan Nyak. Hanya Kak Linda yang tidak pandai masak. Kak Ica sangat jago. Buktinya cafe nya aja rame. Kak Mona lumayan pandai. Sedangkan Ria sebagai calon mantu termasuk bolehlah. Kan Ria sering masak sendiri di tempat kos. Gue sering nebeng makan kok. Lumayan masakan doi dipenuhi rasa cinta. Tentu gue makan di kursi teras depan kamar kos doi ya. Bukan di kamar doi. Bisa mati digebuk Bang Samson gue. Kalau ketauan makan berdua doi di kamar doi. Makanya gue mikir mikir masuk kamar doi. Kan dosa juga berduaan aja di kamar doi. Mending gue nongkrong di kursi depan kamar doi doang. Habis sarapan gue antar doi pulang ke kos dulu. Rencananya mau ke kampus dulu. Mau membahas skripsi Ria. Yang sedang direvisi sedikit. Soalnya minggu depan doi sidang. Lebih lambat 1 minggu dari gue. Sekalian juga gue pelajari skripsi gue. Agar menguasai bahan. Dan memeriksa kesalahan sebelum sidang hari jumat. Pas mau pulang dari kampus, Doi dapat panggilan telepon. Doi angkat. Ternyata Bang Samson yang nelepon. Dia bilang lagi dinas pelatihan di Jakarta. Mau ketemu besok. Tapi dia ga bisa ke tempat kos Ria. Karena ga boleh meninggalkan pos dinas pelatihan. Jadi kami yang diminta ke pos dinas pelatihan. Ibaratnya gue disuruh ngantar doi ketemu abangnya. Gue sanggupin permintaan Bang Samson. Tapi Bang Samson bilang paling hanya bisa ketemu 5 menit saja. Ga bisa lama karena dinas. Ga pa pa lah. 5 menit cukup buat lepas kangen. Resiko jadi aparatur negara. Besoknya gue antar doi ke markas dinas Bang Samson. Pas ketemu kami mengucap salam. Bang Samson membalas salam. Kemudian Bang Samson menanyakan kabar kami. Menanyakan juga perkuliahan. Kami jawab baik saja. Kuliah gue akan sidang skripsi jumat sore minggu ini. Sedangkan sidang Ria jumat sore minggu depan. Setelah itu Bang Samson memeluk kami bergantian. Ria duluan baru gue. Bang Samson bertitip pesan menjaga Ria baek baek. Tanpa diminta juga gue jaga baek baek Bang. Terus gue berpesan agar Bang Samson semangat selama dinas pelatihan. Kami pun berpisah. Semua dilakukan secepat kilat. Kurang dari 5 menit. Karena itulah waktu yang tersedia. Kami pun pulang. Kamis kami lalui dengan persiapan sidang skripsi. ### Hari jumat tiba. Gue ke kampus pagi hari. Semua demi persiapan sidang skripsi. Memang jadwalnya sore. Tapi mending persiapkan dari pagi. Sorenya sidang berjalan lancar. Wajah dosen pada puas dengan sidang gue. Artinya kemungkinan lulus sidang sangat besar. Gue pun keluar dari ruang sidang. Tapi tiba tiba seorang gadis menghampiri gue dan Ria. Ternyata gue kenali sebagai salah satu teman Ririn. Bang Keket kan? Ririn lagi ada masalah. Sekarang di ruang dosen BK. Tolongin Bang. kata teman Ririn. Bujug buneg. Manggil gue Bang Keket. Pasti ikut kebiasaan Ririn nih. Gue dan Ria segera bergegas ke ruang BK diikuti teman Ririn. Setelah sampai di ruang BK baru gue ketahui. Bahwa Ririn nonjok 2 orang mahasiswa cowok. Keduanya patah hidung. Sudah dibawa ke rumah sakit. Jadi Ririn ditahan di ruang BK Untuk dimintai keterangan sama Dosen BK. Gue tanyain kok nonjok tuh 2 cowok. Ririn tidak cerita. Hanya temannya nyodorin HP buat gue liat. Ternyata video saat kejadian. Video itu bikin gue marah. Kalau bisa gue tonjok juga tuh b*j*ng*n. Video memperliatkan keduanya memegang bahu kemudian kepala. Mengelus dengan tidak sopan. Mengelus punggung. Disertai kata kata tidak senonoh. Keduanya kemudian berusaha memegang megang bagian sensitif wanita dari Ririn. Ririn berusaha menghindar. Berdiri dan mencoba pergi. Tapi salah satu langsung memeluk Ririn dari belakang. Tangan mencoba meraba bagian sensitif Ririn. Siapa yang sebagai abang ga marah liat tuh video. Tapi di video Ririn melawan balik. Cowok yang meluk dia dari belakang. Dia injak kakinya. Terus berbalik badan. Dengan lutut menghajar "junior" tuh cowok. Pecah dah tuh telur 2 batin gue. Miris gue bayangin sakitnya. Lalu tangan Ririn menonjok hidung tuh cowok. Patah tuh hidung batin gue. Cowok satunya berusaha membantu temannya dengan memukul Ririn. Tapi Ririn berbalik badan. Dengan mudah menghindari pukulan tuh cowok. Terus menonjok hidung tuh cowok. Keduanya terkapar di lantai. Ririn hanya meliatin aja tuh 2 cowok. Tanpa niat membantu tuh 2 reseh. Di sini barulah gue sadar. Itu kan jurus jurus lanjutan Karate. Bukan jurus jurus dasar. Selama ini kan Ririn hanya bisa jurus jurus dasar aja. Waduh tertipu kami selama ini. Ririn jago karate walaupun belajar setengah jantung. Ketauan juga selama ini dia hanya malas menunjukkan kepada kami. Kalau dia sudah menguasai jurus jurus lanjutan Karate. Skillnya mungkin hanya sedikit di bawah gue. Terbuka juga sisi lain seorang Ririn. Yang selama ini selalu terkesan feminin terus. Kalau marah seram tuh. 2 cowok aja tepar di lantai. Ririn dilawan. Jangan coba coba deh. Gue telepon Babe. Kemudian send video tadi ke Babe. Ririn terlihat syok. Gue kira syok karena dilecehkan. Gue coba tegur. Eh ternyata syok karena pertama kali nonjok orang. Tapi sebentar kemudian dia sudah berhasil mengendalikan diri. Tidak lama polisi datang. Rupanya keluarga tuh 2 cowok lapor polisi. Ririn akan dibawa ke kantor polisi. Untuk dimintai keterangan. Gue dan Ria temani Ririn. Teman Ririn tadi juga mau ikut. Kami pun berangkat ke kantor polisi. Sebelumnya gue telepon Babe akan ke kantor polisi. Sampai di kantor polisi. Ririn diinterogasi. Ririn memberikan keterangan sesuai yang dia lakukan. Babe tiba tidak lama kemudian. Babe langsung membuat laporan ke polisi. Menuntut kedua cowok atas kasus pelecehan dan penghinaan. Dengan barang bukti video yang diambil teman Ririn. Ririn hanya dianggap membela diri. Babe juga bawa pengacara yang datang sedikit terlambat. Sekarang giliran keluarga tuh 2 cowok yang pucat pasi. Meminta damai dan menyatakan akan mencabut tuntutan atas kasus pemukulan yang dilakukan Ririn. Babe menolak. Babe tetap mengajukan tuntutan atas kasus pelecehan dan penghinaan. Ayo kita putuskan di pengadilan saja. Gue yakin anak saya hanya akan dianggap membela diri dan lolos dari hukuman. Itulah kata kata Babe kepada keluarga tuh 2 cowok. Mereka kembali memohon kepada Babe. Agar Babe mau mencabut tuntutan. Babe tetap pada pendirian. Demi melindungi para wanita keluarga kami. Juga memberi efek jera kepada pelaku agar tidak sembarang melakukan pelecehan. Gue dukung niat Babe. Polisi juga mendukung. Keluarga tuh 2 cowok pulang sambil mewek. Siapa suruh anak salah masih dibela. Mau laporin korban pula atas kasus pemukulan. Enak amat kata Babe. Malam itu Ririn dibawa Babe pulang. Gue ngantar teman Ririn dan Ria pulang. Kebetulan searah. Barulah gue pulang. Sampai di rumah jam setengah sepuluh malam. Lagi ada rapat keluarga. Semuanya hanya nunggu gue saja. Gue yang paling terakhir tiba. Rapat dimulai. Ririn mulai bercerita awal kronologi. Dimulai dari rabu. Keduanya datang mengeluarkan kata kata tidak senonoh. Mengaitkan masalah dengan kasus artis FS. Mengatakan paling adek gua sama saja dengan artis FS. Wew serangan mental nih. Adek gue hanya diam saja. Males meladeni orang tidak jelas katanya. Teman Ririn mencoba bantu dan menegur tapi diancam sama tuh 2 cowok. Kedua cowok pergi. Masalah hari itu selesai. Tapi Ririn yang yakin bahwa tuh 2 reseh bakal berulah lagi. Jadi minta temannya videoin kalau tuh cowok berulah lagi. Bener aja. Besoknya kamis tuh 2 reseh kembali lagi. Bahkan lebih parah kata katanya. Teman Ririn mulai videoin diam diam. Ririn tidak membalas perlakuan tuh 2 reseh. Karena hanya sebatas kata kata saja. Teman teman Ririn yang mulai marah. Mencoba membela Ririn yang hanya diam. Sempat adu mulut rame rame. Kedua reseh memilih pergi. Jadi hari jumat keduanya datang berulah lagi. Karena kelas Ririn sepi. Sudah pada keluar kelas. Hanya tinggal Ririn dan temannya 2 orang aja. Cewek pula keduanya. Jadi tuh 2 reseh berani menjalankan aksi. Mereka pikir Ririn diam karena takut. Strategi syok terapi mereka berhasil. Mental Ririn kena. Sayangnya itu cuma pikiran mereka. Ririn diam karena menghindari masalah aja.. Bukan takut. Akhirnya kejadian yang seperti di video. Kedua teman Ririn videoin diam diam. Jadi Ririn kembali kasih liat video kedua dari sudut lain. Lebih bersih dari video pertama. Suara kedua cowok yang menghina dan mengeluarkan kata kata tidak pantas pun terdengar lebih jelas. Babe minta tuh video. Sekalian video hari Kamis. Video video sehari sebelum peristiwa. Ada banyak teman Ririn yang bantu merekam diam diam. Semua Babe kumpulkan untuk diberikan ke aparat sebagai bukti. Keluarga kami bulat suara. Semua mendukung untuk melanjutkan kasus. Kami di posisi yang dirugikan. Tapi kami unggul karena benar. Jadi kami tidak akan tinggal diam. Apalagi bukti cukup kuat. Babe tidak masalah keluar biaya banyak. Babe bilang sepertinya akan sulit. Babe sudah nyuruh orang selidiki. Ternyata bokap salah satu cowok. Masih anak dari salah satu rekan bisnis Engkong. Sebenarnya Babe sudah mengenali dia waktu di kantor polisi. Hanya Babe males nyapa dia. Orangnya sombong. Sepertinya sudah tidak mengenal Babe lagi. Belum lagi tuh orang ngelaporin Ririn. Padahal kan Ririn korban yang membela diri. Babe emang jagoan. Selalu gerak cepat, teliti dan akurat. Babe telepon Engkong. Entah apa yang mereka bicarakan. Yang jelas kami disuruh istirahat dulu. Besok baru lanjut rapat lagi. Apapun akan kami lakukan. Yang penting tuh 2 reseh masuk bui. Siap siap mendekam di hotel prodeo. Bab ini agak serius ya. Kita lanjut cerita Bab berikut. Ditunggu ya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD