Tipisnya Antara Waspada dan Prasangka

1499 Words

Kutatap punggung dua pria yang tengah bicara di sofa. Wajah mereka begitu serius. Sesekali Gus membuang pandang ke arah lain, seolah beban datang tiba-tiba. Ya Rabb. Hamba pasrah .... Mungkinkah Gus akan langsung percaya pada Fay --jika lelaki itu buka suara-- sebelum memastikannya padaku? Kini pikiranku mengembara ke mana-mana. Mengingat banyak hal yang telah kulalui, yang menjadi sebab hingga aku ada di titik ini. "Li!" Suara Shinta menyentak. "Ya?" Antara terkejut dan bingung apa yang harus kuperbuat. "Ambil keputusan sekarang. Semua ini demi masa depanmu! Dia bukan pria biasa, Li." Shinta kembali bicara memperingatkan. "Tap-tapi Shin. Aku mencintainya." "Li. Lihat aku?" Shinta memegang dua pundakku dan memutar ke arahnya hingga kami bertatapan. "Kamu punya masa depan. Kamu puny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD