Kehancuran Fay

1648 Words

Ponsel bergetar, pertanda sebuah pesan kembali masuk. Aku malas membukanya. Karena baru saja mendapat pesan dari Fay. Namun, setelahnya kembali bergetar beberapa kali. Karena merasa terganggu aku pun membukanya. Sementara Gus masih sibuk membidik sesuatu di luar sana. [Li, maaf aku tak bisa melepasmu] [Li, lambat laun Ubed akan tau] [Jangan menghindariku, karena semakin kamu menghindar aku akan semakin mendekat.] [Aku tidak mau berpisah dari anakku, Li] Pesan-pesan sialan itu menambah kegelisahan. Ini lah konsekuensi yang harus kuterima karena memilih bungkam. Dihantui rasa bersalah dan takut kejadian itu akan bocor untuk kemudian membuat Gus Bed benar-benar membenciku. Yah, setiap pilihan ada konsekuensi yang harus ditanggung. Itu adalah keniscayaan. Tidak ada gunanya mengeluh? Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD