"Bed, aku lihat mantanmu sering berkeliaran di pesantren. Apa itu tidak menyakiti hati istrimu?" tanya Kang Fay padaku yang tengah menatap setiap mobil yang datang, untuk disambut. Pertanyaan itu membuat kepala menoleh seketika. Hingga pandangan kami bertemu. Tak dipungkiri, sebagai lelaki normal, setiap kali melihat sosok Raudah mengingatkan pada kejadian masa lalu yang kami lalui bersama. Dari sekadar hal manis sampai pahit sekali pun. Itu lah kenapa sebisa mungkin aku menghindar bertemu dengannya. Namun, entah kenapa pihak pesantren malah memanggilnya untuk mengajar? Prediksiku, mungkin mereka pikir karena aku sudah menikah, dan kami sudah sama-sama move on terhadap masa lalu. "Lalu, Kang Fay sendiri? Apa menurut Kang Fay keberadaan njenengan tidak membuatku sakit hati?" Aku bertan

