Zena berjengit dari tidurnya saat merasakan sesuatu menyentuh tangannya. Matanya terbuka lebar saat merasakan dingin menyentuh kulit tangannya yang terasa perih akibat gosokan kasar Rey yang mengakibatkan kulitnya hampir lecet. "Aku mengganggumu?" Zena melihat ke arah Rey. Pria itu duduk di kursi tunggal menatapnya dengan tangan yang menopang dagu. Zena menunduk menatap tangannya yang terasa lebih baik. Entah kenapa dia bermimpi Rey mengobati lukanya bahkan dengan lembut meniupinya saat mengoleskan salep ke tangannya. Mana mungkin pria itu melakukannya, kan?Dan jelas saja saat ini pria itu justru menatapnya dengan tenang seolah tak merasa bersalah setelah menyakitinya. "Atau kamu mau aku tidur denganmu?" Gerakan Rey yang mendekat justru membuat Zena waspada dengan tubuh menegang. "Ma

