Saat tiba di toko, Zena melihat para karyawannya tengah bekerja, nampak juga beberapa pembeli membuat Zena merasa bersalah sebab di datang terlambat. Dia yang dulu bahkan selalu datang saat masih gelap lalu mulai bekerja sebelum karyawannya datang beberapa hari ini justru datang lebih siang dari sebelumnya. "Siang, Moli," sapa Zena. "Siang, Bu.“ "Gimana toko hari ini?" "Lancar Bu, setelah kemarin semua postingan netizen menghilang. Toko kita kebanjiran pesanan lagi." Senyum Moli mengembang dengan binar penuh semangat. Zena tersenyum. "Syukurlah." Zena menepuk pundak Moli. "Kalau gitu aku masuk dulu." "Eh, Bu—" Baru berbalik Moli kembali bersuara. Senyumnya sedikit mengerut, "Ada Pak Dimas di dalam," ucapnya dengan hati- hati. Entah kenapa melihat wajah Dimas yang tak bersemangat M

