Candu

1009 Words

Zena merasakan usapan lembut di rambutnya, matanya terbuka dan masih menemukan pipinya menempel di kulit d**a kekar Rey. Semalam setelah insiden muntah tersebut Rey naik ke tempat tidur. Menariknya untuk tidur di pelukannya dan membuat wajahnya menempel di d**a telanjang pria itu. Zena ingin menolak, tapi sadar itu hanya akan membuat nasibnya lebih buruk. Tentu saja setelah insiden mengerikan itu Zena tak boleh gegabah. "Kamu hanya perlu menurut, Sayang!" Ucapan Rey seperti alarm di kepalanya agar Zena menahan dirinya. "Tidurlah!" Begitu katanya dengan mengusapi rambutnya. Zena tak tahu kapan dia tertidur, tapi semakin lama usapan itu terasa nyaman, kulit d**a Rey yang menempel di pipinya malah membuatnya mendusel pelan sebab benar- benar nyaman, dan hangat. Dengan detak jantung norma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD