Layani aku sebagai tugas pertamamu

1068 Words
"Lepaskan aku!" Zara terus saja berteriak di dalam jeruji besi, dia tidak terima kalau dijadikan sebagai pengganti "Diamlah kalau masih menyayangi nyawamu, Nona," tegur salah satu penjaga yang berdiri di di depan jeruji besi "Kamu sungguh gila, Nando! Kak Fina, yang terlibat kenapa kamu menjebakku!" Zara memegangi jeruji besi dengan penuh penyesalan, seandainya saja waktu itu tidak termakan omongan Fina, mungkin tidak akan menjadi korban dari kekejaman Nando "Kau sungguh berisik! Keluar kalian." Beberapa Bodyguard keluar saat melihat Nando berdiri di ambang pintu, menyuruh mereka semua untuk meninggalkan tempat "Lepaskan aku, aku sama sekali tidak tahu permasalahan kalian!" Zara terus saja memberontak memegang besi, dia begitu sial mendapatkan permasalahan gara-gara perbuatan Fina, betapa terkejutnya Zara saat melihat semua bukti transaksi yang dilakukan Fina selama ini terlihat lugu dan polos ternyata mampu menipu siapapun Nando memajukan langkahnya lalu mendekatkan wajah ke depan. "Jangan berharap untuk keluar dari sini, Fina, gadis yang munafik kau pikir aku selama ini bersamanya tanpa tahu apa yang dilakukan, haha, kalian keluarga Fransi memang selalu bermasalah." "Ck! Bukan keluarga kami yang bermasalah tapi dirimu! Mana mungkin, Kak Fina, memutuskan selingkuh kalau tidak ada api." Nando mengangkat sebelah alisnya. "Benarkah? Lantas kenapa dia juga membawa uangku ya?" Mulut Zara terkunci tidak bisa membela, Zara masih belum paham kejadian apa yang sudah menimpa Fina selama setahun lebih bahkan tidak ada satu pun, keluarga yang tahu masalah yang terjadi. "Haha, kau bisa membelanya karena satu darah, kan, lebih baik lagi kalau kau juga ikut membayar hutang, Kakakmu!" geram Nando dengan mata tajamnya "Cih! Jangan berpikir terlalu jauh, aku dan Kak Fina, berbeda jelas kau bermasalah dengan dia, aku saja tidak tahu permasalahan kalian berdua, Nando, lebih baik kau lepaskan aku!" ucap Zara dengan suara yang lantang berani menatap bola mata Nando, dia tidak takut sama sekali. Bagaimana bisa di salahkan apalagi Nando menyuruhnya untuk menggantikan Fina sungguh pikiran yang jauh "Kamu bilang apa tadi?" Nando mendekatkan telinganya di bibir Zara. "Tidak terlibat lantas bagaimana bisa, Fina, kabur kalau kau tidak ikut membantu, kamu pikir aku akan mudah tertipu." "Ciuh!" Zara meludahi wajah Nando sangat kesal, Nando tak kunjung melepaskannya "Beraninya!" Nando mengusap wajahnya yang penuh air liur Zara, emosinya tertahan beraninya seorang gadis meludahi wajah Nando "Jangan berharap lebih, kamu pikir aku ini barang seenaknya digunakan! Pantas saja dia memilih kabur ketimbang menikah denganmu yang cepat emosi dan tidak bisa membedakan kebenaran." Emosi Zara tidak bisa tertahan. "Seharusnya sejak awal kalau kalian bermasalah cari solusinya bukannya malah menjadikan pernikahan sebagai bentuk balas dendam! Seenaknya menyuruh orang lain jadi pengganti pengantinmu! Laki-laki sepertimu memang pantas untuk dipermainkan, mana ada wanita yang tahan dengan sikap gilamu itu." "Kau ...." Emosi Nando tertahan, dia lalu mengambil kunci dan membuka jeruji besi "Argh!" Zara meringis kesakitan saat Nando mencekal pergelangan tangannya "Jangan berharap semuanya akan selesai mulutmu itu tidak akan berguna, kamu akan memakan kembali kata-katamu!" Nando tidak terima harga dirinya dilukai, laki-laki yang berdarah dingin semuanya akan terjadi dan tidak menyukai penolakan "Aku tidak akan pernah mau! Lebih baik aku mati meminum racun ketimbang menikah denganmu!" Zara memberontak berusaha melepaskan cengkrama tangan Nando Nando melepaskan tarikan tangannya, "Jangan berharap bisa mati sebelum membayar hutang, Kakakmu," ucap Nando dengan nada dingin dan tegas "Memiliki prinsip, wow, kata yang menakjubkan keluar dari bibir seorang, Zara Fransi." Nando mencengkram dagu Zara. "Cepat atau lambat kata-kata itu akan kamu tarik sendiri, tidak ada di dunia tanpa harga. Semuanya akan ada timbal balik begitu juga dengan nasibmu, berani membantunya pergi, kamu yang akan menggantikan juga sebagai pengantinku!" "Ak ...." Zara meringis kesakitan lagi-lagi Nando mencengkramnya cukup keras "Tuan!" teriak Kenzo dari arah pintu, seketika Nando melepaskan cengkraman tangannya dan mendorong tubuh Zara terpental ke lantai "Auh!" Zara berusaha berdiri merasakan bokongnya yang sakit "Tuan, jangan lakukan itu bisa-bisa semuanya akan kacau, Tuan Besar dan Nyonya sudah tiba di kediaman rumah calon pengantin." Bugh Nando memukul dinding cukup keras harusnya jam pernikahan bisa diundur tidak mungkin mengatakan kepada orang tuanya kalau w************n itu melarikan diri, Nando tidak mau nama baik keluarganya akan tercoreng "Saya akan berusaha cari cara supaya pernikahan dibatalkan," ucap Kenzo menenangkan Nando Nando mengangkat tangannya. "Jangan lakukan, berikan waktu saja, dan kamu cepet bawa dia bersiap menjadi pengantinku!" perintah Nando dengan tegas tidak mau dibantah Ada sekitar sepuluh Bodyguard yang berdiri di luar, beberapa dari mereka langsung masuk, menyeret Zara keluar "Aku tidak mau!" Zara mengentakkan kedua kakinya memberontak dipegangan tangan anak buah Nando *** Beberapa jam kemudian, Zara sudah bersiap mengenakan gaun pengantin berwarna putih sangat cantik dengan polesan makeup natural. "Nona, jangan nangis terus, dong, bisa luntur makeupnya nant!" ucap penata rias, setengah kesal karena baru beberapa menit yang lalu mengoleskan bedak yang hampir pudar karena calon pengantin wanita terus saja menangis "Mari saya antar, Nona." Kenzo mengulurkan tangannya membawa Zara turun tangga Semua mata tertuju pada Zara, tamu undangan bersorak dan tepuk tangan saat Zara sudah sampai di pelaminan bersiap mengucapkan janji suci Zara melirik keluarga besarnya yang terlihat tidak suka, mereka semua kecewa dengan sikap Zara yang berani mengambil calon suami kakaknya sendiri. Padahal Zara sama sekali tidak akan mau seandainya saja Nando tidak mengancam akan membuat bisnis keluarga Fransi akan bangkrut "Tersenyum atau usaha keluargamu akan hancur dalam sekejap," perintah Nando dengan nada mengancam Zara memaksakan bibirnya tertarik ke atas. "Mama ..." "Mama, tidak menyangka kamu setega ini dengan saudaramu sendiri, Zara." Kata-kata kekecewaan yang keluar dari mulut Ratna sangat membuat Zara sakit tidak bisa menjawab alasan apa yang membuatnya terpaksa menikah dengan Nando Nando mulai memasangkan cincin di jari manis Zara begitu sebaliknya. Satu persatu rangkaian acara pernikahan selesai, Nando dan Zara resmi menjadi sepasang suami istri Zara duduk sendiri di pelaminan, saat acara selesai Nando pergi begitu saja "Dasar nggak tahu diri, jadi saudara kok, tega banget rebut suami kakaknya sendiri." Ucapan demi ucapan menyakiti hati keluar dari bibir keluarga besarnya sendiri, tidak ada satu pun yang bertanya mengapa Zara menikahi Nando Zara diantar masuk ke dalam kamar oleh Kenzo "Silahkan masuk, Nona, di dalam ada Tuan Nando, menunggu." Belum sempat Zara bertanya Kenzo sudah pergi Zara dengan ragu membuka knop pintu meski itu adalah kamarnya sendiri "Akhirnya datang juga." Nando menutup buku lalu berjalan mendekati Zara, dengan cepat Nando mengunci pintu kamar "Layani aku sebagai tugas pertamamu." Nando memegang pinggang Zara dan membawa wanitanya ke atas kasur "Tugas yang seharusnya dibayar oleh, Fina, ha, tapi tidak masalah kamu juga bisa menebusnya." Nando tersenyum menyeringai, membuat Zara semakin ketakutan haruskah dia melayani Nando setelah semua kegilaannya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD