Rubah kecil yang liar

1004 Words
Plak! Tamparan halus mendarat di pipi Nando "Aku memang menikah denganmu bukan berarti kamu bisa seenaknya menyentuhku! Ingat di perjanjian kita hanya sepakat bermesraan di depan keluarga dan di sini, ruangan kamarku tidak ada yang melihat." Zara berani menampar pipi Nando, wanita itu segera bergeser setelah dia melayangkan satu tamparan di pipi Nando "Ouh ternyata gadis yang cerdas juga." Nando tersenyum miring mengusap pipinya yang memerah. "Bagaimana bisa kabur dari sini, tidak ada yang percaya dengan perkataanmu, semua orang mengira kau sudah berani mengambil calon suami kakaknya sendiri." Zara mengempaskan ke belakang gaun panjang yang digunakan. "Aku tidak peduli, kebenaran akan selalu menemukan jalannya, jangan pernah berani menyentuh keluargaku! Ha, kamu juga menikah karena malu, kan? Takut semua orang tahu batal menikah gara-gara wanita yang dicintai lebih memilih untuk melarikan diri, seorang pembisnis muda yang sudah tertipu dengan kekasihnya sendiri." Urat tangan Nando mengeras, pipi laki-laki itu memerah beraninya adik dari Fina menertawakan nasib malang Nando "Diam saja? Berarti benar, kalau kamu sangat malu makanya lebih memilih tetap mempertahankan hubungan ini, aku tidak menyesal sedikit pun untuk membantu, Kak Fina, melarikan diri dari lelaki jahat sepertimu, jangan berharap bisa mengancamku dengan mudah!" Zara membalikkan badannya saat dia hendak meraih knop pintu, justru pintu itu sudah terkunci rapat "Mencarinya, Nona." Nando tertawa mengejek memegangi kunci pintu. "Tidak ada orang yang percaya, mana ada seorang wanita malah melarikan diri dari suaminya sendiri." "Kamu!" Zara geram dengan tingkah Nando, dia lalu berjalan cepat mencoba mengambil kunci kamar di tangan Nando "Berikan!" Zara berusaha berjinjit meraih kunci kamar "Ambil saja sendiri." Tangan Nando terus saja bermain semakin meninggikan kunci yang berada di jari telunjuknya Hap! Saat tubuh Zara hampir terjatuh dengan cepat Nando menangkap tubuh mungil itu, mata mereka saling bertatapan hanya beberapa detik saja, Zara mendorong tubuh Nando yang begitu dekat, ia bisa merasakan deru napas lelaki gila itu Brak Zara terempas ke lantai keramik posisi jatuhnya yang tidak pas Nando menunduk. "Bagaimana rasanya, Nona? Aku sudah bilang, kan, lebih baik melayaniku saja ketimbang berubah menjadi rubah kecil yang tidak tahu berterimakasih, keluarga Fransi mungkin akan mengalami gulung tikar, seandainya saja tidak ada suntikan dana dari pihak perusahaan Arbei." "Cih! Aku tidak akan pernah mau melayanimu, lebih baik aku memilih mati ketimbang melayani nafsu laki-laki b******k!" Zara berusaha berdiri. Ya, hampir enam puluh persen saham keluarga Arbei, jika, Nando menarik dananya maka otomatis perusahaan Fransi akan mengalami kebangkrutan dan mungkin saja pihak investor lain akan memilih menarik dana yang ditanamkan. Zara tidak ingin melihat perjuangan Almarhum Papanya mendirikan perusahaan Fransi dari kecil hingga sekarang berkembang pesat mengalami penurunan persen Nando menarik pinggang Zara dan menatap dua bola Zara dengan tatapan yang sulit dimengerti Zara menginjak kaki Nando dengan sekali hentakan, membuat Nando meringis kesakitan "Wanita keras kepala!" Nando tidak bisa mengontrol emosinya. "Berani sekali meludahiku sekarang! Kamu sepertinya belum pernah merasakan kemarahanku sesungguhnya." "Lepaskan aku! Aku tidak mau." Zara memukul d**a bidang Nando sekuat tenaga, menggelengkan kepalanya menghindari pria itu "Aku tidak sudih memiliki hubungan dengan orang gila sepertimu!" "Kamu!" Saat bibir Nando hampir mengecup bibir berwarna ranum, Zara berhasil menghindarinya Nando kemudian berbalik menekan bagian belakang kepala Zara. "Dengan begini tidak akan bisa bergerak, keras kepala." Nando mengangkat tubuh Zara ke atas ranjang dan mengempaskan "Aku tidak suka yang namanya penolakan, apapun yang aku inginkan semuanya aku dapat." Nando menekan kedua tangan Zara ke depan, mengunci pergerakan kaki Zara "Lepaskan aku." Zara meringis ketakutan melihat wajah Nando yang begitu dekat "Sejak awal aku bisa mendapatkan apa pun yang aku inginkan termasuk tubuhmu yang sok jual mahal, kamu mengatakan semuanya tidak bisa dibeli dengan uang, sekarang kamu sudah tunduk mau menggantikan w************n itu hanya gara-gara sebuah bisnis keluargamu akan hancur." Nando sengaja mendekatkan wajahnya dengan sekali embusan membuat bulu kuduk wanita itu merinding. "Kamu bahkan tidak pernah mengerti apa arti dari keluarga, bisa membeli segalanya tetapi ingat satu hal kamu tidak bisa mendapatkan hati wanita! Kamu bisa membeli tubuhnya tapi tidak dengan hatinya!" Emosi Nando semakin berkobar saat harga dirinya dijatuhkan di depan Zara, dia sudah berulang kali patah hati dan kali ini wanita yang dicintai. Justru, tega menipunya bahkan berselingkuh di belakang Nando Belum menunggu persetujuan dari Zara yang memberontak Nando mengarahkan wajahnya di depan wajah Zara, mengecup bibir wanita itu,, tidak memberikan kesempatan untuk Zara menghirup oksigen Tangan satunya bergerak untuk menelusuri bagian milik Zara, Nando tersenyum puas ketika melihat wajah wanita itu yang begitu terlihat tidak senang bahkan tangan Nando mulai membuka satu persatu benang yang mengikat tubuh Zara "Malam ini adalah malam pertama kita jadi kamu tidak perlu merasa canggung, aku akan memperlihatkan apa itu namanya prinsip dan ego. Keras kepalamu akan luntur seketika saat aku berhasil membuatmu tidak bisa berkata." "Kamu menunjukkan arti keluarga dan pengorbanan, kan? Bagaimana kalau langsung perlihatkan ketulusanmu." "Menjadi pahlawan kesiangan demi menyelamatkan, Fina, perempuan pembohong itu." "Lepaskan aku." Air mata Zara seketika tumpah, dia tidak bisa membayangkan tubuhnya dijamah oleh laki-laki b******k seperti Nando, tangan laki-laki itu masih terus bergerak aktif menyentuh bagian tubuh milik Zara yang sama sekali bahkan tidak berani untuk melakukannya "Kenapa sekarang kamu menangis? Aku tidak mendengarkan suara rintihan itu, Sayang." Nando masih terus bergerak membuka bagian depan yang menutup belahan d**a milik Zara hanya tersisa satu pakaian dalam yang melilit. Nando masih menunggu reaksi Zara yang menangis "Kamu begitu kejam, Tuan, sampai kapan pun juga aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu. Dan lihat saja nanti semuanya akan terbongkar di depan umum siapa kamu sebenarnya!" ucap Zara masih dalam tangisan yang pecah. Dia seperti wanita penghibur yang terlihat tidak memiliki harga diri di depan Nando "Aku tidak peduli dengan semuanya!" Nando menggerakkan tangannya meraba dua gunung kembar Zara Suara tangisan Zara semakin pecah membuat kegiatan Nando menjadi terusik, semakin lama tangannya bermain di atas, semakin dia juga tersiksa mendengarkan suara tangisan Zara, entah apa yang membuat laki-laki itu seperti tidak melakukan yang lebih. Meskipun di dalam dirinya sebagai seorang laki-laki normal diberikan suguhan di depan membuatnya terhenti, mendorong tubuh Zara, dia pun segera turun dari kasur dengan perasaan yang bercampur kesal "Keluar sebelum aku melakukan hal yang lebih padamu!" "Menyingkir dari depanku!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD