"PT. Telekomunikasi selamat sore. Dengan Farhan di sini, ada yang bisa saya bantu?" "Baiklah, mohon di tunggu untuk perbaikan selanjutnya, Bu. Tolong tinggalkan nomor yang bisa kami hubungi." "Sudah saya catat ya, Bu. terima kasih dan mohon maaf atas ketidak nyamanannya." Begitulah rutinitas Farhan dengan segala pengaduan costumer, kini ia melirik jam tangan yang menunjukan beberapa menit lagi waktu untuk pulang. Farhan menyandarkan tubuh pada kursi dan memejamkan mata untuk beberapa menit, ia merasa bagian depan kepalanya terasa berdenyut. "Bro, sebelum pulang ngopi dulu, yu! di warung depan." Ajak seorang pria berkacamata dan berambut kerinting. Farhan menoleh ke arah sumber suara. Ya, itu adalah Boim teman sekantor sekaligus sahabat terdekat Farhan. Bagi Farhan, Boim bukan seke

