Amelia merenung di kamarnya seorang diri dengan menatap langit-langit yang bertemankan kesunyian malam. Amelia memang sudah pulang dari rumah sakit sejak dua hari yang lalu, namun badannya masih terasa lemah. Amelia mengangkat tangannya ke udara dan memandang luka yang terbalut perban. Dia mulai tersenyum dan bertanya pada dirinya sendiri. Entah mengapa dia bisa segila ini hanya untuk mendapat cinta dari seseorang. Klik Terdengar suara knop pintu yang di putar, tak lama muncul wanita bertopi putih dari balik pintu. "Assalamualaikum ...." Amalia menoleh ke arah pintu dan teperanjat mendapati sahabatnya Icha yang datang di tengah malam seperti ini. "Waalaikumsallam. Icha, lo gak lagi ngelindurkan?" tanya Amelia. "Enggak, lah." Icha melepas tas ranselnya lalu meletakannya di atas

