"Kenapa berlebihan banget, sih?" Gadis berambut sebahu itu terus mempercepat langkahnya diikuti Galen dibelakang. Ia masih bisa merasakan dirinya yang menjadi pusat perhatian banyak siswa. "Ya, karena gue nggak pengen lo marah." Galen ikut mempercepat langkahnya, ingin menyelaraskan barisan dengan gadis didepannya itu. Jehan berdecak, "Karena kamu nggak pengen sandiwara ini gagal, kan?" "Itu salah satunya." Galen segera meraih lengan Jehan. Satu tarikan berhasil membuat Jehan berputar kebelakang. "Apa?" Nada tinggi dalam pertanyaan itu sengaja dilontarkan oleh Jehan. Mungkin sekarang ia lebih berani melawan Galen. Ia sudah sangat muak menjadi pesuruh Galen. Menjadi asisten rumah tangganya saja sudah lebih dari cukup. "Intinya gue nggak pengen lo salah paham sama ucapan Eric. Gue cu

