29

1107 Words

Tentu saja perih dan sakit ketika air dingin menyentuh luka yang melepuh dan terkelupas. Jangan dibayangkan betapa sakit dan berdenyutnya semua itu. Pantas saja ibu kejang dan berteriak-teriak. Ibu yang menjerit membuat Kak Aidil terkejut dan segera berlari untuk membantuku membangunkan Ibu. "Ibu, kok bisa jatuh," tanya suamiku dengan muka syok. "Istrimu ini tidak becus memegangiku, dia hanya sekedar membantu dengan separuh hati," tudingnya meragukan pengabdianku. Andai tidak lebih muda diri ini darinya sudah kupukulkan baskom ke wajahnya agar dia tahu rasa. "Aku sudah memintanya memakai sandal tapi itu menolak," sanggahku membela diri. "Kau mendorongku dengan keras!" teriaknya sambil menangis di depan Kak Aidil. "Kak ... alangkah hancurnya saya kalau kakak sampai percaya," ujark

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD