54

1199 Words

Dengan perasaan deg degan aku meluncur bersama Kak Aidil menuju rumah Ibu mertua, aku tak bisa menebak apa yang akan terjadi di sana tapi aku harus menyelesaikannya. "Kak ..." Kucuil pinggang suamiku yang mengendarai motornya sementara aku duduk tepat di belakangnya memangku Rima. "Iya?" "Kamu sudah yakin akan bicarakan ini dengan ibu, akan menunjukkan bukti dan membuat Kakakmu malu." "Iya, kalau tidak sekarang kapan lagi?" "Tapi itu akan heboh karena dalam video itu ada aku," balasku cemas. "Biar orang tua yang menilai dan memutuskan, aku akan bicara secara pribadi pada ibu setelahnya akan kuserahkan keputusan terbaik pada beliau." "Baiklah, terserah." Motor berbelok, masuk ke pekarangan luas dengan beberapa pohon kelapa yang tumbuh di tengah halaman. Kembali kulihat rumahku, rum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD