Perlahan Cinta berjalan keluar kamar mandi dengan mengendap endap, sebelum keluar Cinta mengambil tas yang dibawanya yang tersimpan diatas nakas samping tempat tidur dan berjalan kembali dengan mengendap endap sambil berharap pintu kamar tak terkunci, sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada Cinta, pintu itu tak terkunci sehingga memudahkan Cinta untuk keluar dari kamar, setelah berhasil keluar kamar dia bergegas lari keluar dari Villa milik Arga, Cinta dengan leluasa kabur dari villa itu, karena Arga menyuruh semua bawahan dan penjaga villa untuk membiarkan mereka berdua
Cinta berjalan menyusuri jalanan yang tampak sepi, dia melapalkan doa untuk menghilangkan rasa takutnya
Hampir 30 menit Cinta berjalan dan terlihat mobil yang melaju kearahnya ada rasa khawatir pada diri Cinta, khawatir jika yang mengendarai mobil tersebut adalah Arga atau orang suruhannya, saat mobil itu mendekat Cinta merasa lega karena yang mengendarai mobil tersebut seorang wanita muda dan cantik
Cinta melambaikan tangannya kearah mobil itu, dan sepertinya tuhan mengabulkan doanya, mobil itu berhenti. Cinta menghampirinya dan mengetuk kaca mobil, terlihat seorang wanita muda berparas cantik membuka kaca jendela dan bertanya pada Cinta
"Siapa kau dan kenapa kau memberhentikan mobilku?" tanya wanita itu
"Namaku Cinta, bisakah kau membantuku, aku tersesat dan bisakah kau memberikan tumpangan buatku kekota ini kartu identitasku"
Setelah melihat kartu identitas yang Cinta berikan akhirnya wanita itu mempersilahkan Cinta untuk masuk kedalam mobil
"Masuklah.." ucap perempuan itu, rasa lega yang luar biasa yang kini Cinta rasakan, dia segeea masuk mobil tersebut karena takut jika Arga akan mengerjarnya
"Terima kasih .. " ucap Cinta haru dengan mata yang berkaca kaca, dia bersyukur masih ada orang yang mau menolongnya dengan situasi saat ini
"Kini kamu bisa tenang, sepertinya kau sudah berjalan jauh pasti lelah, istirahatlah " tanya perempuan itu saat melihat Cinta yang sedang memijat pelan kakinya, Cinta hanya menjawab dengan senyuman, dia menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursiyang dia duduki sambil memejamkan matanya dan menghela nafas panjang, dirinya belum sanggup untuk bicara apapun saat ini pikirannya masih terngiang akan kejadian yang telah menimpa dirinya, dipe****a oleh laki laki yang terobsesi padanya yang baru dia temui, ada dibenak Cinta rasa sesal saat mengingatnya kenapa harus dia bertemu pria br*****k itu
30 menit sudah Cinta memejamkan matanya, rasanya cukup dia menenangkan diri untuk saat ini, dan rasa tidak enak pada seseorang yang sudah mengenalnya namun dirinya belum resmi mengenalkan diri
"Eemm... maaf.. aku sudah merepotkanmu" ucap Cinta tiba tiba dan buat perempuan yang disampingnya mengalihkan pandangan ke arah Cinta
"Sudah kewajibanku menolongmu" perwmpuan itu tersenyum, wajahnya sangat cantik, anggun dan baik pastinya
"O ya kenalkan namaku Intan, kamu?" Intan mengulurkan tangan kanannya kearah Cinta sedangkan tangan kirinya tetap memegang kemudi
"Aku Cinta" Cinta menyambut uluran tangan intan dengan tersenyum
"Aku senang bisa mengenalmu Intan dan terima kasih sudah mau menolongku,"
"Itu sudah jadi kewajibanku Cinta, semoga kita bisa jadi teman ya" ucap Intan
Tak terasa 3 jam telah kedua perempuan itu lalui mereka berbincang dan bersenda gurau dalam waktu 3 jam tersebut bisa membuat mereka dekat, bahkan sudah bertukar informasi pribadi masing masing
"Jadi kamu sudah menikah dan mempunyai 4 orang anak?" Intan kaget mendengar pengakuan dari Cinta tentang dirinya, yaa... pasalnya Cinta mempunyai wajah yang cukup muda, meskipun penampilannya sangat tertutup tapi tidak membuat wajah cantiknya terlihat tua
Cinta tertawa kecil melihat Intan yang kaget, dan mengangguk untuk meyakinkan Intan
"Kamu sendiri apakah sudah menikah?" tanya Cinta kembali
"Ya...." Intan mengangguk dengan wajah sedih
"Maaf intan jika buat kamu sedih" ucap Cinta saat melihat Ada perubahan diwajah Intan
Intan menggelengkan kepalanya
"Enggak, aku akan cerita tentang diriku, dan kuharap kamu tidak membenciku"
Intan menarik nafas dan mulai bicara
"Aku sudah menikah, pernikahan kami berjalan hampir 5 tahun, kami saling mencintai, dan dikaruniai 2 buah hati, laki laki dan perempuan kami sangat bahagia" sedikit senyum keluar dari bibir Intan
"Lantas apa yang membuatmu sedih, jika keluargamu sudah cukup bahagia"
"Uppss, Maaf Intan aku terlalu lancang" Cinta menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya
Intan yang melihat tingkah lucu Cinta tertawa lepas...
"Hahahah...kenapa kamu lucu sekali Cinta" Cinta malu dan tersenyum
"Hhemm..., aku sedih karena aku adalah orang kedua...atau lebih tepatnya .. aku adalah istri kedua dari suamiku, dan itu baru aku ketahui beberapa hari yang lalu" lagi Intan menghela nafas panjang sambil tetap fokus memegang krmudi
"Aku merasa bersalah pada istri pertama suamiku, aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku takut kehilangan suamiku, aku sangat mencintainya" Ada rasa takut, sedih, marah dan kecewa yang bercampur menjadi satu, cinta mengusap usap punggung Intan sebagai benduk dukungan yang diberikan
Untuk beberapa menit keduanya saling diam, Intan yang diam setelah bercerita, dan Cinta tak tau harus berkata apa untuk menghibur Intan, karena didalam hatinyapun tak rela jika suaminya memiliki istri lagi meskipun jika ceritanya sama dengan Intan
Tak terasa Intan memberhentikan mobilnya didepan sebuah rumah sederhana namun asri
"Nah sudah sampai" Cinta mengedarkan pandangannya kesekeliling dan benar mereka sudah sampai tujuan, awalnya Cinta ingin turun saat tiba dikota dan akan melanjutkan perjalanannya sendiri, namun Intan memaksanya untuk mengantarkan sampai rumah agar hatinya tenang melihat orang yang ditolongnya sampaidengan selamat
"Ah.. ya, Terima kasih Intan, apa kamu mau masuk dulu kerumahku?" tawar Cinta pada Intan
"Mungkin lain kali aku akan main kesini, saat ini anak anakku pasti sudah menungguku"
"Baiklah, sekali lagi terima kasih Intan, dan berhati hatilah.. Assalamualaikum"
Cinta turun dari mobil dan tak lama Intan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Cinta
Cinta menghela nafas panjang, dia merasa lega telah sampai rumah, berkali kali rasa syukur dia ucapkan
Cinta bergegas masuk kedalam rumah, dan kamar mandi adalah tujuan pertamanya, mengguyur tubuhnya tanpa melepaskan pakaian yang digunakannya, ingin rasanya dirinya membersihkan diri yang sudah ternoda, ingatan itu kembali menghampiri Cinta, rasa sesak didadanya makin menjadi, tangisannya kini sudah pecah, Cinta merasa dirinya sangatlah kotor, tidak bisa menjaga harga diri sebagai seorang wanita dan sebagai seorang Istri, entah bagaimana kedepannya Cinta menghadapi orang orang yang dicintainya, terutama suaminya
Disisi lain seorang pria sedang kalang kabut mencari wanita yang sudah membuatnya tergila gila
Arga mengerjapkan matanya perlahan dia meraba sisi kanannya dan kosong, Arga bergegas bangun dan menuju kekamar mandi, mungkin Cinta ingin membersihkan diri itu yang ada dipikiran Arga
"Cinta ... sayang..." Arga membuka pintu kamar mandi dan ternyata kosong, dengan cepat Arga menfambil baju dan mengenakannya, lalu dia bergegas mencari Cinta keseluruh penjuru Villa, namun tak ditemukan dan itu makin membuatnya frustrasi
"Cinta.... Cinta ... jangan pergi" Arga menarik rambutnya sendiri