Baru beberapa langkah Cinta melangkahkan kakinya kearah kamar mandi terdengar suara pintu yang terbuka dan keluar sosok pria tampan hanya dengan berbalut handuk yang dililitkan dipinggangnya dengan rambut setengah basah, melihat kearah Cinta dengan senyuman lebar
"Ar...ga" Cinta menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, kaget dan takut karena terlihat senyuman dari Arga yang ingin menerkamnya. Tanpa sadar Cinta melangkah mundur dengan tangan masih menutup pada mulutnya, sedangkan Arga berjalan menghampirinya
"Stop Arga ... jadi kamu dalang semua ini?apa maumu?" tanya Cinta tanpa menghentikan langkahnya
"Aku tertarik padamu Cinta, dan aku ingin memilikimu seutuhnya" Arga menaikan sudut bibirnya saat langkah Cinta terhenti, sudah tidak ada jalan lagi untuknya menghindar
"Gi** kamu Arga, kita baru kenal dan itu baru tadi siang"
"Yaa... apa salah jika aku langsung jatuh Cinta padamu?"
"Ini bukan cinta Arga, ini hanya obsesimu, berpikirlah yang jernih Arga, yang kamu lakukan ini salah"
"Tidak buatku Cinta, kamu sangat membuatku menginginkanmu, kamu cantik dan lihat tubuhmu indah, rambutmu aku suka wanginya" Arga mencium rambut Cinta dan meresapi aroma ditubuh Cinta
Cinta menutup matanya, badannya gemetar ketakutan, takut akan dosa karena ada laki laki selain mahramnya yang melihat Auratnya, tanpa terasa airmata yang dia tahan sedari tadipun turun membasahi pipinya
"Lepaskan aku Arga, to..long, aku bukan perempuan yang pantas buatmu, kamu masih bisa mendapatkan yang lebih baik dariku Arga, to..long lepaskan aku" Cinta memohon pada Arga dengan menangkupkan kedua tangannya didepan dadanya, Arga hanya mennggelengkan kepalanya
"Hei .. sayang, jangan menangis aku janji akan selalu membahagiakanmu, tapi kamu harus menjadi milikku" Arga membelai rambut panjang Cinta dengan lembut lalu mencium keningnya, Cinta berusaha menghindar namun Arga menarik pinggangnya hingga menepis jarak diantara mereka
Cinta menutup matanya, dia tidak ingin melihat wajah pria yang kini ada didepannya
"Kamu tidak akan bisa memilikiku Arga, tidak akan bisa, karena aku sudah bersu....mmmpphh" belum selesai apa yang diucapkan Cinta, Arga memegang dagu Cinta dan men***m bibir lembut Cinta dan me****tnya dengan gairah yang menggebu, rasanya dia sudah tidak tahan lagi untuk memiliki Cinta
Cinta memberontak sekuat tenaga, airmatanya makin deras mengalir dipipinya, semakin kuat dia memberontak maka semakin kuat pula Arga menguncinya, hingga cinta memukul dada Arga karena tidak bisa bernafas
"Hei bernafaslah sayang,...apa ini pertama kalinya kamu berci***n"
"Haahh... hah... lepaskan aku Arga, kumohon aku sudah bersu...mmmpph" lagi lagi Arga membungkamnya dengan bibirnya lalu mengulang kembali
Cinta masih berusaha memberontak sekuat tenaga, Arga melepaskan Cinta dan berjalan menuju lemari dan mengambil sesuatu, melihat ada kesempatan Cinta langsung berlari kearah pintu dan berusaha kabur dari Arga
Ceklek ...ceklek
Pintu kamar terkunci dan itu membuat Cinta tidak bisa keluar dari kamar itu, belum sempat berbalik Arga sudah menggendongnya diatas bahu dan membaringkan perlahan diatas tempat tidur dan langsung menahan tubuh Cinta dengan tubuhnya
Cinta masih berusaha memberontak, dia berusaha sekuat tenaga melawan Arga, namun tetaplah kekuatan Arga jauh lebih besar dibanding dengan kekuatannya
"Semakin kamu banyak bergerak, kamu akan buat aku tidak bisa menahan hasratku padamu, Cinta" Cinta seketika terdiam saat merasakan sesuatu yang mengeras dan mengganjal menempel ditubuhnya, ketakutan Cinta makin menjadi dia takut jika hal buruk akan terjadi padanya
"Aarrrgghh.." Arga mengerang menahan rasa yang ingin dia rasakan bersama perempuan pujaannya
"Maafkan aku Cinta, aku sangat menggilaimu dan menginginkanmu. saat ini aku sudah tidak bisa menahan untuk menikmatimu sayang" Arga melihat sejenak mata cinta yang berkaca kaca dengan air mata yang tak kunjung henti
"Aku berjanji akan bertanggung jawab terhadapmu" Arga mengusap air mata Cinta, dan mengelus pipi Cinta dengan lembut, Cinta hanya memalingkan wajahnya
"Hentikan Arga, kumohon... aku sudah meni...mmmpphhh" kembali Arga menghentikan kalimat yang hendak diucapkan Cinta, Arga membungkam mulut Cinta dngan mulutnya. Arga makin menggila, dia menciu** setiap inchi bagian tubuh Cinta dengan menahan kedua tangan Cinta dengan tangannya diatas kepalanya, sedangkan salah satu tangannya mulai bergerilya ditubuh Cinta
Cinta hanya pasrah, karena tenaganya sudah habis untuk memberontak, melawan perlakuan Arga padanya.. dan akhirnya sesuatu yang tak boleh terjadi, telah terjadi
"Ini akan sakit sedikit sayang" Arga mencium kembali bibir Cinta yang kelu dengan diiringi air mata yang membanjiri wajahnya
jleb...
Arga terdiam sejenak, dia berfikir apakah benar yang dia rasa saat ini
"She's not virgin" ucap Arga dalam hati, ada rasa kecewa dihati Arga karena tidak sesuai yang dibayangkan, tapi tak lama rasa itu berubah menjadi rasa nikmat yang luar biasa, nikmat yang tak pernah dia rasakan dari semua wanita yang sudah ditidurinya, Arga terus memacu dirinya hingga mencapai klimaks yang dinantikannya, dia merasakan kepuasan yang luar biasa, hampir 1 jam Arga bermain dengan tubuh Cinta seolah tanpa ada kata lelah, sefangkan Cinta dia sudah terkapar tak berdaya. Argapun membaringkan tubuhnya disamping Cinta yang masih menangis, tubuhnya terasa remuk, dan harga dirinya kini sudah tak ada lagi merasa dirinya sangat kotor
"Sudahlah sayang, jangan menangis terus, aku akan bertanggung jawab padamu, meskipun kamu sudah tidak per***n lagi" ucap Arga sambil memeluk Cinta, ingin rasanya Cinta pergi dari tempat itu, dia berharap tidak akan bertemu lagi dengan Arga, namun kondisi tubuhnya saat ini sangatlah lemas dan merekapun terlelap bersama
1jam berlalu, Cinta bangun dari tidurnya, badannya masih terasa remuk akibat ulah Arga yang telah memper****nya tadi, Cinta melihat kearah samping dan terlihat Arga yang sedang tidur dengan lelap, perlahan Cinta memaksakan dirinya untuk bangun tanpa membangunkan Arga
Dia berjalan perlahan menuju kamar mandi, dia melihat sebuah paper bag yang terletak di meja rias dan mengambilnya lalu membawanya menuju kamar mandi Cinta menduga jika isinya adalah baju untuknya, tepat seperti dugaan Cinta isi dari paper bag itu adalah baju yang disediakan untuknya, entah sejak kapan baju itu ada disana, Cinta tak peduli yang diinginkan saat ini adalah pergi dari neraka ini
Cinta bergegas memakai baju yang ada tanpa mandi terlebih dahulu dia takut jika suara yang dikeluarkan saat mandi akan membangunkan Arga, selesai mengenakan baju, Cinta mengintip keluar kamar mandi, memastikan Arga tetap tertidur ditempatnya dan benar Arga masih terlelap
Perlahan Cinta berjalan keluar kamar mandi dengan mengendap endap, sebelum keluar Cinta mengambil tas yang dibawanya yang tersimpan diatas nakas samping tempat tidur dan berjalan kembali dengan mengendap endap sambil berharap pintu kamar tak terkunci, sepertinya keberuntungan sedang berpihak pada Cinta, pintu itu tak terkunci sehingga memudahkan Cinta untuk keluar dari kamar, setelah berhasil keluar kamar dia bergegas lari keluar dari Villa milik Arga, Cinta dengan leluasa kabur dari villa itu, karena Arga menyuruh semua bawahan dan penjaga villa untuk membiarkan mereka berdua