Yang ini lebih spesial dan penting"
"Boss tunggu.." belum selesai Doni bicara Arga sudah memotongnya
" Gak usah bro ini urusan pribadi, bukan urusan kantor, jadi bersenang senanglah" Arga menunjukkan senyum yang tak biasanya pada Doni, dan langsung berlalu. Bukannya senang justru merasa curiga ada apa dengan bos sekaligus sahabatnya itu
Ditempat lain beberapa menit sebelumnya
Cinta yang sudah mendapatkan kata setuju dari temannya untuk bertukar shift, dia merasa lega dan memutuskan untuk langsung pulang dan menjemput anak anaknya yang dititipkan dirumah bi Ani, sedangkan suaminya sedang keluar kota mendapatkan tugas dari atasannya
Cinta memutuskan untuk naik kendaraan umum atau bus untuk pulang karena jarak yang lumayan jauh jika harus naik taksi online ongkos yang harus dikeluarkan lumayan besar, bukan tak punya uang tapi dia rasa dayang karena lebih baik di tabung untuk biaya anak anaknya, karena saat ini suaminya hanya memberikan uang pas pasan saja untuk keperluan anak anaknya dan sisanya, ya dari gaji yang dia dapat, entah kenapa semenjak suaminya naik jabatan bukannya menambah jatah yang diberikan tapi justru malah berkurang dengan alasan ada pemotongan gajinya karena dia telah melakukan kesalahan yang mengharuskan dia membayar dengan memotong gaji tiap bulannya atau harus kembali kejabatan semua
Cinta tak ingin pusing dengan smua itu dia terima semuanya tanpa bertanya berudaha untuk mengerti apa yang dialami suaminya
Hampir 10 menit Cinta menunggu bus yang datang namun tak kunjung datang bahkan dibilang jalanan daat ini cukup sepi tak satupun mobil yang berlalu lalang, hingga Cinta melihat datu mobil mewah berwarna hitam berjalan pelan menuju kearahnya dan menepi tepat didepan Cinta
Seorang berjas hitam dengan kacamata yang dikenakan, tubuh yang tegap dan gagah turun dari mobil dan menghampiri Cinta, berpura pura bertanya dan saat lenggang orang itu membekap mulut dan hidung Cinta dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius lalu membopong Cinta masuk kedalam mobil
Salah satu dari mereka memberikan kabar bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan tugasnya pada orang yang menyuruhnya yang tak lain adalah Arga
Hampir 3 jam Arga mengendarai mobilnya sendiri menuju villa pribadinya, senyumnya mengembangsedari tadi rasa bahagia dan rindu yang teramat sangat menghinggapi dirinya, keinginannya untuk segera memiliki Cinta akan tercapai, dia tak sabar ingin bertemu dengan bidadarinya
Arga memarkirkan mobilnya tepat didepan pintu Villa pribadinya keluar tanpa menutup pintu mobilnya dan bergegas masuk kedalam, didepan pintu Arga sudah disambut Ardi salah satu bawahannya yang tadi menculik Cinta
"Malam tuan." Ardi dan yang lainnya membungkukkan badannya saat melihat bossnya datang
"Dimana dia?" tanyanya dengan nafas yang sedikit terengah engah
"Sesuai perintah anda, dia ada di kamar pribadi anda tuan, saat ini perempuan itu belum siuman"
Arga menajamkan tatapannya saat mendengar Ardi memanggil Cinta dengan kata perempuan itu
"Jangan pernah memanggilnya seperti itu lagi, dia adalah calon istriku dan kalian harus panggil nyonya"
"Aku sudah mentransfer bonus kalian, sekarang pergilah kalian bawa mobilku, aku akan menghubungi kalian untuk menjemputku, dan jangan menggangguku sebelum aku menghubungi kalian" Arga meninggalkan Ardi dan yang lainnya menuju kamar pribadinya namun ditengah jalan dia berbalik kearah Ardi
"Dan jangan pernah beritahu keberadaanku pada siapapun termasuk, Doni" kali ini Arga benar benar pergi menuju kamar pribadinya
Seperti yang diperintahkan Arga, Ardi dan yang lainnya telah mrninggalkan Villa yang hanya menyisakan Arga dan Cinta
Arga berhenti sejenak saat berada didepan pintu kamarnya, menarik nafas panjang guna menetralkan detak jantungnya yang berdebar sangat kencang, rasa senang dan tak sabar ingin memiliki perempuan yang sudah membuatnya jatuh cinta
Ceklek...
Arga membuka pintu perlahan dan melihat sosok Cinta sedang terbaring ditempat tidur miliknya, Arga berjalan kearah tempat tidur dan duduk dipinggirnya disamping tubuh Cinta yang masih terlelap atau masih belum sadar karena obat bius yang dia hisap entahlah
Arga memandangi wajah cantik dan teduh Cinta tanpa hijabnya, rambut hitam panjang terurai, karena memang baju dan hijab yang dikenakan Cinta digantikan oleh pelayan wanita yang ada disana sesuai instruksi Ardi
"Cantik" Arga menarik satu sudut bibirnya keatas dan tangannya memegang pipi Cinta dan mengusap lembut, lalu mengecup kening Cinta. Arga semakin terpesona dan mengagumi ciptaan tuhan yang kini sdang terlelap atau pingsan ..entahlah...
"Kamu akan menjadi milikku Cinta, bagaimanapun caranya, aku tidak akan melepasmu" Sekali lagi Arga mengusap pipi Cinta dengan ibu jarinya dan mengecup keningnya perlahan, dilihatnya Cinta yang masih sangat lelap, Arga berdiri dan berjalan menuju kamar mandi
20 menit berlalu dan Arga menyudahi ritual mandinya karena tidak sabar ingin bertemu pujaan hatinya dan memadu kasih dengannya
Cinta mulai sadar dan membuka matanya perlahan, pusing yang ia rasakan saat pertama kali membuka matanya. Sebentar dia mengarahkan pandangannya keseluruh penjuru kamar ...terasa asing, itu yang dirasa, lalu Cinta mulai mengingat kejadian beberapa waktu tadi, kejadian penculikan dirinya saat menunggu angkutan umum dihalte, Cinta tersentak kaget dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya
"Astaghfirullah... dimana aku, apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Cinta, Kepalanya kembali terasa pusing, cinta kembali memegang kepalanya. Perlahan dia bangkit duduk, melihat kesekeliling kamar, tampak asing, bingung.
Cinta menurunkan kedua kakinya dan duduk dipinggir tempat tidur, diam sejenak untuk menetralkan rasa pusing yang menjalar dikepalanya kemudian dia berdiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh kepalanya berharap rasa pusing yang dia rasa hilang
Cinta berjalan perlahan, saat didepan meja rias yang ada di kamar itu, cinta melihat bayangan dirinya dengan pakaian yang tidak dikenalnya, piyama tipis sangat pas ditubuhnya, dan ...
"Astaghfirullah... baju siapa ini, mana bajuku dan hijabku" Cinta mengedarkan pandangannya mencari seduatu yang tadi dia kenakan, diseluruh ruangan Cinta mencari baju dan hijab yang dia kenakan namun tak kunjung dia dapatkan
"Kemana baju dan jilbab yang aku pakai tadi, Astaghfirullah" bingung dan panik itu yang dirasa, perlahan Cinta menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan diri, lalu bangkit dan kembali berjalan menuju kamar mandi
Baru beberapa langkah Cinta mrlangkahkan kakinya kearah kamar mandi terdengar suara pintu yang terbuka dan krluar sosok pria tampan hanya dengan berbalut handuk yang dililitkan dipinggangnya dengan rambut setengah basah, melihat kearah Cinta dengan senyuman lebar
"Ar...ga" Cinta menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, kaget dan takut karena terlihat senyuman dari Arga yang ingin menerkamnya. Tanpa sadar Cinta melangkah mundur dengan tangan masih menutup pada mulutnya, sedangkan Arga berjalan menghampirinya