"Dia Hamil" Kalimat pertama yang diucapkan Damar setelah mendudukkan dirinya disofa yang sama dengan Arga, seketika Arga terbangun dari sandarannya dan bertanya kembali pada Damar
"Apa yang kau katakan" teriak Arga
"Dia hamil Ga, hamil, apa itu anakmu?" tanya Damar pada Arga
"Aku tidak tau Mar, aku melakukan hal yang tidak seharusnya padanya" Arga menjeda ucapannya dia menarik rambutnya dengan kedua tangannya
"Akubtifak yakin jika itu anakku, karena itu bukan yang pertama buatnya" terlihat perubahan diraut wajah Arga
"Aku akan sangat bahagia jika itu anakku, anak yang tumbuh karena kesalahanku, aku pastikan akan bertanggung jawab padanya..."ucap Arga terjeda dia menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya tadi "Aku jatuh cinta saat pertama kali melihatnya diacara reuni beberapa minggu lalu dan ternyata dia adalah teman Anne, karna obsesiku padanya aku menculiknya dan meni****nya, awalnya aku menganggap dia sama seperti yang lain karna saat itu dia sudah tidak vi**** lagi, tapi ternyata aku salah, dia adalah wanita terhormat yang sudah aku nodai, dan baru tadi aku tau latar belakang dan kehidupannya"
Damar hanya mendengarkan cerita Arga, dia tau bagaimana perasaan Arga pada Cinta, dan Damar akhirnya tau apa dan siapa yang membuat Arga berubah
"Bawa dia ke dokter kandungan, periksa usia kandungannya, jika dia anakmu pastikan kau bertanggung jawab padanya"
"Ya..aku akan lakukan itu, bagaimanapun juga aku akan bertanggung jawab padanya, karena sampai saat ini perasaanku tidak berubah, aku masih menginginkannya bahkan ingin hidup bersama selamanya"
"Meskipun itu bukan anakku, asalkan Cinta mau menerimaku aku siap bertanggung jawab dan menerima anak yang dikandungnya dan akan kubuat hidupnya seperti ratu"
"Ya memang itu yang harusnya kau lakukan" potong Damar
"Aku suka dengan perubahanmu saat ini, dan jika memang itu karena dia, saranku pertahankan dan perjuangkan"
"Aku rasa kau cukup mengerti Ga, aku pamit" Damar beranjak dari duduknya dan melangkah keluar ruang kerja Arga
Saat hendak keluar Damar kembali melihat kebelakang, niatnya ingin mengingatkan Arga untuk menebus obabat dan vitamin untuk Cinta, namun diurungkannya karena saat ini Arga terlihat sedang termenung, (ya kini Arga sedang merenungkan nasib wanita pujaan hatinya). Damar dan melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan itu
Perlahan Damar menutup pintu ruangan yang tadi dijadikannya tempat untuk berbicara dengan Arga, Damar menghampiri Doni dan mengatakan untuk membeli vitamin buat Cinta dan mengingatkan untuk memeriksakan kehamilan Cinta kedokter kandungan
Kaget... pasti itu yang dirasa Doni, rasa penasaran tang edri tadi sudah mengerogotinya makin mengorek untuk mengetahuinya lebih dalam
"Apa yang sudah terjadi dengan Arga" tanya Doni dalam hati
"Bro..." panggil Damar sambil menepuk pundak Doni, membangunkan Doni dari lamunannya
"Siap bro Gua pasti beli vitaminnya dan mengingatkan Arga tentang saran lo, .."
"Gua tau banyak pertanyaan dibenak lo, tapi itu bukan hak gua untuk cerita, tunggu dan selalu dukung sahabat kita"ucap Damar mengingatkan Doni,dia tau jika ada rasa kecewa dimata Doni untuk Arga
"Pasti brob thanks ya" Doni memaluk Damar dan Damarpun pamit pulang
Doni berjalan menuju ruang kerja Arga, dia ingin melihat kondisi Arga, Doni tau jika saat ini sahabat sekaligus bosnya itu sedang syok dengan kabar yang dia dapat, namun belum sampai itempat tujuan nya dia melihat sahabatnya itu keluar dari tempat itu
Arga menutup pintu ruang kerjanya dan berjalan menuju kamar Cinta, baru 2 langkah dia melihat Donibyany sedang menghampirinya, Arga langsung menghamburkan dirinya kearah Doni, dia memeluk erat sahabatnya, tak lama terasa getaran dan suara tangisan dan itu berasal dari Arga, sahabatnya, Doni cukup kaget, pasalnya selama ini Arga hanya sekali menangis semenjak kepergin ibunya yaitu meninggalnya sang ayah yang sangat dia cintai dan itu adalah hari terberatnya, hingga menyimpan keedihn yang cukup lama untuk bangkit
Dan saat ini seorang Arga, menangis karena kegamilan perempuan yaitu Cinta, tentunya Doni tau apa yang dirasakan Arga saat ini karena dia tau status Cinta yang sebenarnya, Arga memang menyuruhnya untuk mencari informasi tentang Cinta secara detail, saat menerima perintah itu Doni bingung, untuk apasahabatnya itu mencari informasi tentang perempuan yang bukanlah siapa siapa
"Don..." ucap Arga
"Tenangkan dirimu dulu, jika kau sudah siap, akupun siap mendengarkan semuanya" jawab Doni sambil menepuk punggung Arga
" Sekarang kamu tunggu Cinta, aku pergi menebus resep yang diberikan Damar untuk Cinta" Arga menghapus airmatanya mengangguk pada Doni dan berjaln menuju kamar tempat Cinta berbaring, sedangkan Doni, bergegas kelyar menuju apotek terdekat
Didalam kamar, Arga duduk dipinggir tempt tidur dengan setia dia menunggu Cinta siuman, ingin dia memegang tangan Cinta namun diurungkannya, dan akhirnya Arga hanya bisa memandang wajah sendu Cinta perempuan yang sudah bertempat dihatinya
"Ehmm... Astaghfirullah... sakit sekali kepalaku.."Cinta membuka matanya dan perlahan bangun dari posisi tidurnya
"Cinta..kamu tidak apa apa kan?" tanya Arga panik saat melihat Cinta yang berusaha bangun
"Ar..ga..." ucap Cinta
"Dimana aku ga dan bagaimana aku bisa ada disini" Cinta mengdkan pandangannya keseluruh ruangan yang asing baginya, dia takut kejadian sebelumnya, Arga yang mengerti apa maksud Cinta langsumg berusaha menenangkan
"Saat ini kau berada dirumahku, tapi aku tidak menculikmu, aku hanya menemukanmu pingsan dijalan"
"Terima kasih ga, sudah menolongku" diluar dugaan Arga, Cinta dengan ramah menjawabnya
"Maafkan aku Cinta, ...maaf karena sudah menghancurkanmu, menghancurkan keluargamu dan rumah tanggamu" terlihat Cinta kembali merenung, pandangannya kosong kedepan, melihat itu Arga merasa sangat bersalah
"Kamu hamil Cinta, hamil... maafkan aku cinta,..maaf.." Arga kembali menangis dia menundukkan kepalanya
"Nikahi aku Ga..." Jawaban Cinta yang membuat Arga kaget dan tifak menyangka jika Cinta dngan mudah akan memintanya untuk menikahinya. Senang... ya pasti senang yang dirasa Arga bahkan sangat senang, tapi bagaimana dengan rumah tangga Cinta, dia merasa sangat buruk.
"Tapi bagaimana dengan suami dan anak anakmu"
"Aku akan bercerai dengan suamiku dan soal anak anakku, apakah kamu bisa menerima mereka" Cinta berbalik menatap Arga yang mengangguk tanpa beban, dia memberanikan dirinya, dalam hatinya belum dapat dia memaafkan Arga, namun ada alasan Cinta harus melakukan ini.
"Antarkan aku pulang ga, aku ingin istirahat dirumahku" Cinta bangun perlahan dan merapikan pakaiannya
"Tunggulah sebentar Doni sedang menebus resep untukmu" Cinta menganggukan kepala dan memberikan senyum tipis pada Arga
Tak lama Doni sudah kembali dan membawa obat dan vitamin yang sudah diresepkan oleh Damar untuk Cinta
Setelah memberikannya pada Cinta Ga menepati janjinya untuk mengantarkan pulang Cinta, kali ini Arga sendri yang menyetir tanpa Doni dan ini kali pertama Arga mengantarkan seseorang sendiri tanpa Doni dan Doni tak mempermasalahkan itu...
Tanpa terasa 1 jam sudah perjalanan ditempuh Arga dan Cinta, selama itu pula hanya keheningan yang ada, baik Cinta maupun Arga hanya diam namun Arga beberapa kali mencuri pandang kearah Cinta, dan Cinta hanya mengatakan dimana alamat rumahnya
"Kita sudah sampai Cinta" ucap Arga saat alat navigasi yang dipakainya menunjukkan arah kerumah Cinta sesuai alamat yang diberikan, Cinta tersentak kaget saat mendengar panggilan Arga
"Ya.."
"Kita sudah sampai sayang...apa benar itu rumahmu" Arga menunjuk Rumah sederhana dan terlihat rapi, namun mempunyai kesan sepi, seperti aura kesepian yang melingkupi rumah itu
"Aa.. benar itu memang rumahku" Cinta memasang wajah ceria dan tersenyum dihadapan Arga, pemandangan yang sangat diinginkan Arga dan akan tersimpan didalam hati dan pikirannya, dia melepas seatbelt, dan beranjak keluar dari mobil Arga
Arga menahan Cinta yang hendak keluar
"Cinta, terima kasih sudah mau menerimaku dan sekali lagi maafkan aku, aku pasti akan bertanggung jawab, meskipun jika janinitu tidak sepenuhnya milikku", Cinta kembali duduk dan menutup kembali pintu
"Aku menerimamu karena memang kau harus bertanggung jawab penuh atas janin ini, dn aku bisa pastikan itu" Cinta beranjak keluar dan meninggalkan Arga yang termenung
Brak...
suara pintu mobil mengagetkan Arga, kini dia sudah sadar dan mengingat kembali apa yang diucapkan Cinta, dan seketika dia bersorak kegirangan
"Apa itu bearti dia mengandung anakku, hanya anakku...yes... yaa...dia mengandung anakku, hanya anakku.. yeee" Arga bersorak girang didalam mobil, bahagia kini dia rasa, ini adalah kebahagiaan yang teramat sangat, kebahagian sejati tanpa dipaksa, perempuan yang dicinta akhirnya akan menjadi miliknya
"Aku berjanji Cinta, tidak akan melepasmu dan selalu membahagiakanmu"