Mengetahuinya

1155 Words
seorang pria sedang kalang kabut mencari wanita yang sudah membuatnya tergila gila Arga mengerjapkan matanya perlahan dia meraba sisi kanannya dan kosong, Arga bergegas bangun dan menuju kekamar mandi, mungkin Cinta ingin membersihkan diri itu yang ada dipikiran Arga "Cinta ... sayang..." Arga membuka pintu kamar mandi dan ternyata kosong, dengan cepat Arga menfambil baju dan mengenakannya, lalu dia bergegas mencari Cinta keseluruh penjuru Villa, namun tak ditemukan dan itu makin membuatnya frustrasi "Cinta.... Cinta ... jangan pergi" Arga menarik rambutnya sendiri Arga bergegas kembali masuk kedalam Villa dan langsung menghubungi Roy assisten pribadinya "Roy... kamu jemput saya sekarang, dan hubungi yang lain untuk mencari Cinta" ucap Arga dengan lantang, saat ini yang dia rasa adalah marah dan kecewa, Arga juga takut jika terjadi sesuatu pada Cinta pasalnya Villa milik Arga terletak di pelosok desa yang jarang dilalui kendaraan yang lewat, untuk menempuh jalanan menuju jalan raya dia membutuhkan setidaknya 30 sampai 45 menit Arga kira Cinta akan menerimanya, dan tetap berada disisinya setidaknya untuk 3 hari yang sudah dia siapkan, Arga tidak menyangka jika Cinta perempuan yang dikira polos berani kabur darinya, dari tempat yang jauh dari keramaian "Kenapa kamu pergi meninggalkanku Cinta disat aku sudah jatuh terlalu dalam " lirih Arga saat dia merebahkan tubuhnya diatas sofa Tidak ada rasa marah yang ditujukan untuk Cinta, yang ada hanya rasa khawatir akan keadaan Cinta saat ini, berharap yang ditakutkannya tak terjadi Hampir 30 menit akhirnya Roy tiba di Villa dan Arga bergegas meninggalkan villa tersebut, rasanya dia tak sabar untuk segera menemukan Cinta si pujaan hatinya, satu satunya perempuan yang bisa memikat hatinya hingga membuat dirinya melakukan hal yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya Dalam perjalanan Arga nampak gelisah, rasa khawatir yang menghampirinya tak kunjung pergi sebelum dia memastikan kondisi Cinta "Cinta .. kamu harus baik baik saja,... oohhh kenapa aku bisa gila seperti ini" Arga diam sejenak "Cinta kamu harus bertanggung jawab terhadapku, karena kamu sudah membuatku tergila gila" tanpa sadar Arga tersenyum membayangkan wajah ayu Cinta. Arga sendiri masih belum percaya bisa secepat itu jatuh cinta pada sosok Cinta, yang menurutnya sama dengan wanita yang biasa menemaninya tiap malam karena Cinta yang tidak bisa menjaga kehormatannya dan menutupinya dirinya dengan penampilan syar' i nya, ( ya ..saat ini Arga belum tahu jika Cinta sudah bersuami bahkan mempunyai 4 orang anak) namun bagi Arga itu tak masalah, hanya Cinta yang bisa dia terima dihatinya. "Aku pasti akan menemukanmu, dan aku siap menerima apapun dan bagaimanapun kondisi dan statusmu" Arga bertekad untuk mencari Cinta Seminggu telah berlalu, dan Arga masih belum mendapatkan kabar tentang wanita pujaannya, bidadari yang sudah dia rindukan, seminggu tak bertemu bagaikan satu tahun bagi Arga, hingga membuat Arga berubah, Arga yang dulu selalu berganti pasangan tidur tiap malam. "Dimana kamu sayang, aku sangat merindukanmu, tuhan kumohon pertemukan aku dengannya, aku berjanji akan setia dan membahagiakan dia" tak terasa airmata menfalir dipipi Arga, semenjak mengenal Cinta dia sudah tidak pernah lagi tidur dengan wanita lain, bahkan Arga tak pernah lagi menginjakkan kakinya ke club malam yang biasa dia kunjungi untuk menuntaskan hasrat lelakinya dan kini Arga semakin religius, dia memutuskan untuk memperbaiki diri dan belajar agama, agar dia bisa menjadi imam bagi wanita yang dia cintai, calon ibu dari anak anaknya kelak Disisi lain Cinta masih mengalami trauma karena kejadian naas yang menimpanya, namun dia merasa dirinya kini sangat kotor, entah bagaimana dia akan menghadapi suami dan anak anaknya nanti, ya.. saat ini anak anak Cinta berada dirumah orang tua sedangkan suaminya masih berada diluar kota karena mendapatkan tugas dari atasannya selama 1 bulan "Astaghfirullah..." Cinta menghela nafas perlahan "Cobaan ini terlalu berat untukku ya Allah, hamba mohon beri hamba kekuatan dalam menghadapi cobaan ini dan menjalankan kehidupan hamba kedepannya" kembali cinta menangis Cinta mengambil ponslnya dan berusaha kembali menghubungi suaminya, saat ini dia ingin sekali mendengar suara suaminnya, meskipun hanya suara atau balasan pesan sudah cukup untuk menjadi mood booster baginya "Mas, kamu kenapa tidak pernah membalas pesanku, telponkupun rak pernah kamu angkat, ada apa sebenarnya" Cinta bermonolog sambil meremas ponsel yang dia pegang "Aku takut mas, apa yang aku rasa benar terjadi" kembali cinta bermonolog Saat ini Cinta sangat membenci dirinya sendiri, dia menyalahkan dirinya sendiri, karena kelalaiannya dan kebodohannyalah kejadian itu bisa terjadi. Ting... Bunyi notivikasi pesan dari Handphone Cinta. Cinta yang tadinya hanya melamun kini beralih kesuara tersebut, diraihnya ponsel yang berada disamping dirinya, sudut bibir Cinta naik saat melihat isi dan pengirim dari pesan itu, Intan orang yang sudah membantu dan menyelamatkannya dari Arga Intan mengajaknya bertemu, yaa saat ini Cinta sangat membutuhkan teman, suamin yang dia butuhkanpun tak ada disaat terpuruknya, sudah berkali kali Cinta berusaha menghubungi suaminya namun tak ada satupun pesan Cinta yang dibalas, jangankan untuk dibalas dibacapun tidak padahal suaminyalah yang dibutuhkannya saat ini "Aku harus bangkit dan menghadapi kenyataan yang ada, bagaimanapun juga, aku harus kuat demi anak anakku" Cinta bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian, dia bertekad untuk melupakan rasa traumanya walaupun hanya sejenak. Setelah siap Cintapun langsung berangkat ke taman Kota, tempat yang telah disepakati untuk bertemu Cinta berangkat menggunakan bus menuju taman kota, perjalanan dari rumah Cinta ke taman kota hanya 30 menit jika kondisi jalanan tidak macet Tak terasa bus yang Cinta tumpangi telah sampai di taman kota, Cinta turun perlahan lalu menghela nafas panjang, dia sudah bertekad untuk melupakan semua masalahnya, baik dengan Arga maupun suaminya yang tak pernah meresponenya saat berada diluar kota, sebenarnya Cinta sudah merasakan perubahan dari suaminya terhadap dirinya dan anak anaknya, perhatian dan kasih sayang yang selalu diberikan kini sudah tak terlihat lagi, dulu saat berada diluar kota, belum sehari berpisah, suaminya selalu mengeluh ingin pulang karena merindukan Cinta, namun sekarang tidak lagi bahkan mereka jarang untuk melakukan hubungan s********i Sekali lagi Cinta menghela nafas dan kembali berjalan menuju tempat yang sudah ditentukan. Dari kejauhan sudah terlihat sosok Intan yang sedang duduk dikursi taman kota, dengan tersenyum Cinta berjalan perlahan mendekati Intan dan ada keinginan untuk mengagetkan Intan, rasanya sudah tak sabar dia bercerita dan bercanda, tak lama terlihat seorang pria dan balita mendekati Intan dari arah yang sama dengan Cinta terlihat Intan tersenyum lebar kearah pria itu, dilihatnya pria itu mencium kening Intan begitupun dengan balita yang digandengnya, mereka tertawa lepas, dan terlihat sangat bahagia "Keluarga harmonis' Cinta tersnyum melihat keharmonisan Intan dan keluarganya "Aku kangen kamu mas, aku kangen masa dimana kita sama seperti mereka tertawa bersama anak anak" sejenak Cinta melamun mengenang masa masa indah kehidupan rumah tangganya Cinta sedikit ragu dan takut mengganggu kebahagiaan mereka, Cinta berhenti sejenak mempertimbangkan apakah dia tetap menghampiri Intan atau tidak dan akhirnya Cinta memutuskan untuk menghampiri dan ingin mengenal keluarga intan agar silahturahmi mereka tetap terjaga Baru tiga langkah Intan berjalan, tubuhnya langsung menegang saat melihat pria yang bersama Intan membalikkan badannya kearah Cinta, Cinta langsung berbalik dan memegang dadanya, dia kembali melihat sosok pria itu untuk memastikan apa yang dilihatnya benar dan nyata, dan benar sosok pria yang bersama intan, yang bersikap mesra dan terlihat jelas jika sangat menyayangi Intan adalah suaminya "Mas Rafi..."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD