2

1048 Words
Ok, baiklah besok kita datang, dan jangan lupa kamu atur jadwal meetingku yang bertepatan dengan acara itu "Beres bos" Donipun meninggalkan ruangan Arga dengan senyum mengembang... Tok tok tok Tanpa menunggu jawaban dari dalam Dion langsung masuk kedalam ruangan Arga "Masih banyak bos..." tanya Doni yang melihat Arga masih berkutat dengan berkas didepannya "Gak tinggal satu berkas ini aj, ada sedikit kesalahan sedikit yang harus diperbaiki aku sedang merevisinya, jd besok Kamu tinggal perbaiki sebelum kita bawa berkas ini untuk meeting besok" jawab Arga tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas yang dikoreksi "Siap bos..." Doni hanya menggeleng gelengkan kepalanya, tidak ada pekerjaan yang lepas dari koreksinya, walaupun itu hanya kesalahan kecil namun dengan mudah Arga dapat menemukannya "Don... kita langsung ke club dan carikan aku wanita yang bisa me****kan aku malam ini" Arga bangkit dari duduknya dan langsung menyambar jasnya lalu berjalan keluar ruangan melewati Doni yang masih setia menunggunya Doni langsung menyusul Arga dan berjalan sedikit dibelakang Arga, ingin rasanya Doni melarang Arga untuk berganti ganti wanita sebagai pemuas N****unya saja, lebih baik menikah namun Doni tau apa yang menyebabkan. Arga seperti ini yaitu dendam masa lalunya, dan Doni memutuskan untuk diam dan hanya berusaha menasehati meskipun Arga tidak pernah menghiraukannya... Sesampainya di club Arga langsung memasuki private room yang srlalu menjadi tempatnya saat datang, Arga termasuk pelanggan VVIP diclub ini jadi hampir semua pegawainya mengenal siapa Arga "Don, apa pesananku sudah kau carikan?" tanya Arga setelah meneguk habis gelas ke 4 nya, Arga termasuk peminum yang cukup baik hanya 3 gelas tidak membuatnya mabuk "Sabar bos, sebentar lagi juga datang pesanan bos" jawab Doni sambil menuangkan minuman kedalam gelas Arga Tak lama pintu room yang Arga tempati terbuka dan masuk seorang gadis dengan berpakaian seksi, wajah cantik dengan make up tipis, eambut lurus tergerai. Gadis itu berjalan mendekat ke arah Argadengan sedikit tertunduk "Siapa namamu dan berapa umurmu?" bukan Arga yang bertanya pada gadis itunamun Doni "Nama saya sania tuan, saya masih 18 tahun" jawab gadis itu "Kenapa kau menerima tawaran untuk menemaniku?" kali ini Arga yang bertanya "Saya butuh uang tuan, orang tua saya sakit parah dan saya harus membiayai adik adik saya untuk sekolah" "Ok .. " Arga memasuki kamar yang ada di private room yang dia tempati, ditempat itulah Arga sering melampiaskan dendamnya pada setiap wanita untuk dijadikan pemuas N***unya Sania berjalan mengikuti Arga masuk kedalam ruangan, tanpa Arga dan Doni ketahui Sania tersenyum "Mangsa besar takkan kubiarkan lepas" "Aku akan mandi dulu, tunggulah duduk disofa sana" Sania mengikuti perintah Arga Sania mengalihkan pandangannya keseluruh kamar, dan mencari sesuatu yang bisa dimanfaatkan olehnya, untuk melancarkan rencananya. Dilihatnya botol minuman dan disampingnya terdapat gelas kosong yang terletak diatas meja, dia berjalan kearah meja tersebut menuangkan minuman kedalam gelas kosong dan memasukkan obat pe********g kedalam minuman tersebut dan kemudian Sania kembali duduk diartas sofa, seolah olah tak terjadi apa apa 15 menit kemudian Arga keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dengan mengusap usap rambutnya yang basah menggunakan handuk menambah ketampanannya Sania tererangah dan tersenyum miring, ambisi untuk memiliki Arga makin menguat, dia berdiri dan mengambil gelas yang berisi minuman dan dicampur obat tersebut lalu diberikan pada Arga, lalu berlalu menuju kamar mandi Arga meneguk minuman yang diberikan Sania tanpa curiga Arga merasakan panas ditubuhnya dan ada rasa gairah yang membuncah pada dirinya, Arga tau apa yang dirasakannya dan apa yang menyebabkan tubuhnya seperti itu, efek dari obat yang dicampurkan pada minuman yang diberikan Sania, dia tau jika Sania memberikan obat tersebut "Sh*t" Arga menfambil ponselnya dan menghubungi seseorang "Don cari informasi siapa ja***g yang bersamaku saat ini dan siapa yang menjadi perantaranya, sekarang dan panggilkan dokter kesini" Arga melempar ponselnya kesamping, suara Arga terdengar tertahan namun penuh emosi, Doni tau pasti terjadi sesuatu,diapun bergegas melakukan perintah dari atasannya tersebut Tak lama Sania keluar dengan menggunakan bathrobe, dia sengaja memperlihatkan belahan d**anya, berjalan mendekati Arga dengan malu malu sambil menundukkan kepalanya seolah olah ini adalah kali pertama untuknya "Berhenti dan duduklah disofa" saat ini Arga berusaha menahan diri dari efek obat tersebut, Arga tidak ingin kelepasan hingga akhirnya harus melakukan dengan Sania, Arga tidak ingin hal itu terjadi, dia merasa jijik dengan wanita itu Arga mengakui jika dirinya adalah laki laki b******n yang dengan mudah melakukan hubungan s**s d engan banyak wanita, namun dia sangat membenci cara yang digunakan Sania, dengan memberikan obat itu dan berusaha mempermainkannya, hanya dia yang boleh mempermainkan Ting... terdengar suara pedan masuk diponsel Arga, Arga mengambil ponselnya dan membaca pesan yang dikirimkan Doni, Arga tersenyum miring, lalu mengambil Cek dan menuliskan nominal uang pada kertas kecil itu "Ambil cek ini dan pergi dari hadapanku" ucap Arga sambil melemparkan cek itu kearah Sania "Apa maksud tuan, bukannya saya disini untuk me******n anda tuan“ ucap Sania dengan wajah bingung "Hentikan aktingmu, aku sudah tau siapa kamu dan apa maksudmu mendekatiku, kau pikir dengan mencampurkan obat itu aku akan menjadi milikmu, cih ... aku justru menjadi jijik melihatmu. Kali ini aku biarkan kamu, dan aku masih berbaik hati memberikan uang padamu" Arga melipat kedua tangannya didepan dada "Tapi tuan apa saya pantas menerima uang ini" ucap Sania masih dengan kepura puraannya "Heh...bukannya itu yang kau mau, sudah kubilang hentikan aktingmu dan cepat pergi dari sini" suara Arga meninggi dan membuat Sania segera mengambil cek yang jatuh dilantai dan segera meninggalkan kamar tersebut "Kali ini aku lepaskan kamu Arga, lain kali aku akan membuatmu menjadikan milikku" Tak lama Doni datang bersama dokter Rizal, dokter pribadi sekaligus sahabat Arga dan Doni "Hai Ar...kenapa lo?" sapa Rizal sambil tertawa kecil, dia tau apa yang menyebabkan Arga seperti sekarang ini, karena kejadian ini sudah pernah terjadi "J****g si***n itu yang mencampurkan obat kedalam minuman gua" "Kenapa gak lo lampiasin sama tu cewek, kan enak tu langsung lepas" jawab Rizal sambil menggelengkan kepalanya, merasa heran dengan temannya itu, lebih memilih menahan efek dari obat dari pada harus melampiaskan langsung pada orangnya, padahal Arga adalah laki laki yang sering melampiaskan N***unya pada banyak wanita "Jijik gua make cewek licik kaya dia" "Apa bedanya sama lo Ar?" tanya Rizal "Beda, cuma gua yang boleh mainin mereka" Arga memberikan tekanan pada kata katanya dan matanya yang pernuh emosi hampir 2 jam dan akhirnya Arga terbebas dari efek obat tersebut, dia langsung memutuskan untuk pulang keapartemen bersama Doni dan Rizal
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD