Bab 19

1118 Words

Jantungku hampir meloncat ketika membaca pesan dari perempuan sint*ng itu, bisa-bisanya aku yang dibilang kegatelan, gak sadar dia seperti apa. [Maaf ya mbak aku gak ada waktu ngurusin kamu] [Eh jangan sombong kamu, sekarang aku yang menang, mas Wira sudah menceraikanmu dan akan menikahiku] [Pernikahan bukan ajang untuk mencari pemenang, kalau mas Wira menceraikanku, memang itu aku yang minta] send lalu blokir, aku tak mau berurusan dengan perempuan itu lagi. Dulu aku sangat dekat dengannya bahkan aku sering menginap dirumahnya, karena aku dulu waktu SMA sudah tinggal dikostan, sedangkan Mila tidak, rumahnya dengan sekolah relatif dekat. Jika weekend aku sering nginap dirumahnya ketika tidak pulang kerumah ibu dan sesekali Mila aku ajak nginap dirumahku, karena aku memang jarang pulan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD