29

1297 Words

Challista menghela napas. Menatap Kellan Agnia yang sejak tadi melamun, memainkan garpu pastanya dan mengerang putus asa. Seakan beban yang sedang gadis itu pikul terlalu berat. "Aku ada di sini, sekarang bicaralah." Agnia mengintip ekspresi datar Challista. Seketika raut wajahnya berubah pias. Challista bisa begitu saja menganggap masalahnya tidak benar-benar ada. Karena memang sahabatnya kuat. Agnia tidak akan bisa bertahan sejauh itu karena dia bukan Challista. Jika diterpa masalah terus-menerus yang sama, mungkin dia akan bunuh diri. "Kau tahu sesuatu tentang Ten?" Challista menipiskan bibir. "Kenapa dengannya? Bertengkar lagi?" Kepala pirang Agnia menggeleng. Kali ini Agnia tampil biasa. Riasan di wajahnya tidak terlalu mencolok seperti biasa. Agnia hanya memakai bedak dan maskar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD