28

4025 Words

Kellan Agnia melamun. Menatap kosong pada pot bunga aster yang tergantung dibalik jendela kaca restauran yang sepi. Saat pagi ini dia harus menyeret tubuhnya pergi menemui Deon yang meminta agar dirinya mau menemaninya sarapan bersama setelah berminggu-minggu pria itu sibuk. "Kau tidak suka?" Agnia menghela napas. Menatap Deon dengan alis terangkat saat dia menunduk guna memandang tak selera pada sup kepitingnya. "Tidak terlalu," balasnya pelan. Deon terpaku diam sebentar. Tidak biasanya Agnia bertingkah lain seperti ini. Kekasihnya seperti mentari yang berapi-api dan cerah. Tidak pernah sekali pun Deon melihat Agnia memasang wajah tertekan atau putus asa. Karena itu memang benar dirinya. Atau di sini Deon yang melewatkan hal penting tentang kekasihnya sendiri? "Agnia? Kalau kau punya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD