Guguran daun menandakan musim kemarau tiba. Daun yang semula kehijauan dan sedap dipandang berubah menjadi cokelat, kering, lalu mati. Saling berguguran satu sama lain. Hanya tinggal menunggu waktu. Wallius Ethan mendongak. Menatap bunga Challista yang belum kuncup dan menunjukkan kecantikannya. Kedua matanya mengerjap. Merasakan semilir angin di pagi hari membawa perasaannya yang terombang-ambing kembali tenang. Seperti tanpa riak di permukaan sungai. "Ethan?" Ethan lantas menoleh. Menemukan Amera berjalan mendekatinya. Gadis itu tersipu. Selalu seperti itu ketika Amera dan dirinya berjumpa. "Hm?" "Ibumu di dalam? Aku ingin bertemu." Ethan mengangguk. Menatap Amera dan sebungkus makanan di sebelah kanan, lalu buah di bungkusan tangan kiri. "Dia di dalam." Amera mengangguk. Menyelip

