15

2834 Words

Rosie mengerjap. Menyadari bahwa Wallius Ethan mungkin sudah lebih dulu bertemu dengan Challista karena mereka ada di lingkungan bisnis yang sama. Rosie menunduk, menggigit bibir ketika kemungkinan itu benar adanya. Challista tidak berubah. Atau mungkin gadis itu tidak pernah berubah. Rosie menatap telapak tangannya. Segala spekulasi tentang Renhart Challista mungkin membuat kepalanya berdenyut. Walau sudah bertahun-tahun lamanya. Sampai Rosie tidak lagi sanggup menghitung sudah berapa lama semua berlalu. "Ini." Rosie tersadar. Dia membawa nampan berisi pangsit rebus dan lemon dingin pada Challista. Karena restauran sepi pagi ini, suasana senyap yang menenangkan membuat beberapa pengunjung nyaman. "Silakan dinikmati," sapa Rosie. Membuyarkan lamunan Challista ketika manik teduh itu be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD