14

1032 Words

"Lempar bolanya kemari, Ethan!" Ethan mengernyit. Melempar bola basket yang dia pegang ke arah lawannya saat Tara men-dribble bola dan melemparkannya ke arah ring. Tatapan Ethan berpaling. Seleranya mendadak lenyap saat dia ingin bermain basket untuk kejuaraan antar sekolah minggu depan. Hanya menyisakan beberapa hari, dan intensnya latihan membuat Ethan lelah bukan main. Terkadang, saat malam datang Ethan merasakan seluruh tubuhnya mati rasa. Otot-otot di tulangnya tidak bisa digerakkan dan kaku. Dia terlalu sering berlatih sampai tidak mengenal kata istirahat. Ditambah, dia harus mengerjakan tugas dari guru. Ethan memforsir tenaganya untuk banyak hal. Dan dia melupakan beberapa hal penting lainnya. Seperti; makan siang, misalnya? Ethan mendengus. Menatap ke arah tribun penonton saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD