14

1904 Words

Clay akhirnya memutuskan untuk membawa Sin dan Tusk ke sebuah tempat. Awalnya dia sedikit ragu, mengingat tabiat sang pangeran yang bagaikan gorgoyle tua—cepat tersulut amarah, senang menghancurkan segala hal yang ada di sekitarnya, dan tidak bisa ditebak. Beruntung bangsawan itu memiliki kereta kuda yang ditarik oleh mahluk-mahluk perkasa. Mahluk itu disebut dengan kuda neraka; warnanya hitam dengan sorot mata berwarna merah menyala, otot kaki dan punggung yang kekuatannya setara dengan seekor troll, terlebih lagi bentuk tubuh yang terpahat sempurna. Hanya ada satu pujian untuk kuda neraka: tunggangan para dewa. Oh, betapa Clay menyukai sebutan itu.  Di dalam kereta yang tengah melaju, Clay bisa merasakan suasana hati sang pangeran. Sejak awal, bangsawan itu hanya bisa berpasrah jika Sin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD