Ringga benar-benar berada dalam masalah. Sin, elixer yang paling dibenci Ringga. Elixer itulah yang membawa Aria. Tak terbayangkan hari perjumpaan dengan pangeran itu tiba secepat ini. Mungkin mereka berdua bisa saling menyapa. Itu pun kalau Ringga bisa menahan diri untuk tidak menebas kepala pangeran itu. Masih jelas dalam bayangan Ringga; senyum culas sang ratu tua, olok-olok dari kaum bangsawan, dan pedih yang harus dialaminya. Jelas, tidak ada kata maaf atas segala duka yang diderakan di tubuh Ringga. Terutama Sin. Pangeran itulah yang paling menjengkelkan di antara sanak saudara sesama elixer. Lalu wanita yang berada di belakang pangeran itu. Ringga merasa miris. Sin, pemuda itu terlalu sombong hingga tak sadar diri; dia hanyalah pion sang ratu tua. Andai Sin bisa melihat segala

