Bisa Kah Aku Menjadi Mimpimu?

1513 Words

Icha baru saja keluar kelas. Ia menenteng laptopnya dan berjalan pelan menuruni tangga. Ia berjalan menuju departemennya. Setibanya di sana, ia membereskan mejanya kemudian mengobrol sebentar dengan beberapa dosen hingga setengah jam. Obrolan yang tak jauh-jauh dari pembukaan dana hibah penelitian. Ia juga akan mengikuti seleksinya makanya ia butuh masukan terkait proposal yang sudah ia rancang ber-sama beberapa mahasiswanya. Setelah itu, ia pamit pulang. Setibanya di lobi fakultas, keningnya mengernyit melihat sosok Fadlan. Lelaki yang tak ia lihat selama hampir dua bulan itu mendadak muncul. Fadlan memang lama sekali berada di Amerika, hampir sebulan. Ia tersenyum lantas mengangkat tangan pada Fadlan agar lelaki itu melihatnya. Lelaki itu juga tersenyum ketika melihatnya. Aih, rindu. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD