“Fadlan sering berantem sama dia, Mi,” itu alasan Fadlan ketika ditanya kenapa mau menikah cepat-cepat. Aisha dan Airin kompak terkikik mendengar jawaban itu. Apalagi Fadli. Lelaki itu sudah tak bisa menahan tawanya. Papi saja ingin ketawa tapi ditahan karena anaknya malah serius. Bahkan Mami menyenggol lengannya biar rada serius gitu di depan anak. “Takut putus kali, Mi,” ceplos Aisha yang disambut tawa satu keluarga. Fadlan tentu saja hanya bisa menghela nafas. Ia sedang tak mood bercanda sekarang. Apalagi mengingat kejadian semalam. Kata-kata terserah yang dilontarkan gadis itu benar-benar membuat Fadlan akan berlaku semau Fadlan. “Kalau Mami sih terserah. Ya kan, Pi?” Papi mengangguk sambil menahan tawa. Kemudian ia berdeham. “Kalau begitu besok kita ke rumah orang tuanya Icha dul

