Malam minggu yang panjang harus dilewati dengan pulang teriringi janji besok akan pergi ke suatu tempat yang asri. Begitulah janji Tio pada Suara yang membuat gadis yang sedang dimabuk cinta itu tidak nyenyak tidur malamnya. Untunglah, walau pun tidak nyenyak, dia tidak terlambat bangun pagi. Bagaimana bisa terlambat kalau euforia bahagia akan bertemu lagi dengan kekasih hati sedang membuncah? Suara mematut dirinya di depan cermin, melenggak-lenggok seperti model bertulang kerempeng. Menyedihkan memang! Sebenarnya jam enam terlalu pagi untuk seorang yang sudah rapi. Bayangkan saja, dia sudah memakai baju terbaik yang dia punya di Kampung Inggris, memakai kaos kaki dan sepatu, serta sudah menyemprotkan parfum ke badannya sebanyak tiga kali. Ya, bagaimana, ya? Akan bertemu dengan kekasih

