24.1 Patah Hati

1216 Words

"Mulai detik ini, lupakan apa pun yang kamu dengar dari percakapanku di telepon. Atau anggap saja kamu nggak dengar apa-apa. Aku hanya ngobrol random aja sama Eki, sahabatku. Nggak cuma kamu aja yang jadi bahan obrolanku, tapi ada nama-nama cowok lain juga termasuk sebelum kamu nguping dari pintu. Biasalah cewek, di mana-mana kalau lagi ngumpul pasti yang diomongin nggak jauh-jauh dari seputar cowok." Kata-kata Aanisah bernada ketus dan malu-malu beberapa waktu lalu cukup membuat Desta tak bisa berhenti tersenyum dan tidak habis pikir, bagaimana bisa Aanisah mengelak selihai itu, padahal Desta jelas-jelas mendengar semua yang Aanisah katakan tentang Desta di telepon. Namun mencegah Aanisah lebih malu lagi dan bersikap canggung padanya, Desta memilih menu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD