"Mulai detik ini, lupakan apa pun yang kamu dengar dari percakapanku di telepon. Atau anggap saja kamu nggak dengar apa-apa. Aku hanya ngobrol random aja sama Eki, sahabatku. Nggak cuma kamu aja yang jadi bahan obrolanku, tapi ada nama-nama cowok lain juga termasuk sebelum kamu nguping dari pintu. Biasalah cewek, di mana-mana kalau lagi ngumpul pasti yang diomongin nggak jauh-jauh dari seputar cowok." Kata-kata Aanisah bernada ketus dan malu-malu beberapa waktu lalu cukup membuat Desta tak bisa berhenti tersenyum dan tidak habis pikir, bagaimana bisa Aanisah mengelak selihai itu, padahal Desta jelas-jelas mendengar semua yang Aanisah katakan tentang Desta di telepon. Namun mencegah Aanisah lebih malu lagi dan bersikap canggung padanya, Desta memilih menu

