Malam harinya Desta kedatangan tamu. Rinjani memaksa datang ke rumah Desta karena Desta terus mengabaikan panggilan telepon darinya. Desta sama sekali tidak menyambut baik kedatangan Rinjani. Dia bahkan tidak mengizinkan Rinjani masuk ke dalam rumahnya. "Cepat jelaskan apa keperluan kamu, lalu keluar dari rumahku!" kata-kata bernada dingin itu cukup melukai perasaan Rinjani. Kali ini dia benar-benar kehilangan sosok kekasih yang hangat seperti Desta. "Mas Desta nggak pengin tahu kabarku?" "Kamu kelihatan baik-baik saja. Apanya yang mau ditanyakan." "Mas sudah makan? Mau aku masakin sesuatu?" "Cukup! Apa mempermainkan perasaanku menjadi sesuatu hal yang menyenangkan buat kamu?" Rinjani tersenyum kecut dan menundukkan kepalanya. Dia merasa menjadi orang pal

