Aanisah terjaga di waktu yang bukan seharusnya ia bangun. Lirih dia mendengar suara Eki sedang tertawa cekikikan di ruang tengah. Aanisah mengira Eki sedang membawa temannya yang lain menginap di rumah ini. Ternyata salah, sahabatnya itu sedang asyik mengobrol di pukul tiga dini hari. Eki tersadar kalau Aanisah ikut bergabung dengan dirinya. Oleh karena itu dia segera mematikan sambungan telepon tersebut. Eki yakin Aanisah pasti akan penasaran dengan siapa dia sedang mengobrol. Dia memang sengaja melakukan gelagat yang bisa memancing rasa penasaran seorang Aanisah yang mudah ingin tahu urusan orang lain. "Telponan sama siapa sampai jam segini?" tanya Aanisah akhirnya, setelah menguap lebar. Dugaan Eki tidak salah. Eki berdecak kesal dengan perbuatan Aanisah itu

